BirokrasiHeadline

Tutup Safari Ramadan 2022, RSF Bagi Takjil di RSIA Refa Husada

MALANG, TI – Tahun 2007, CV Refa Mandiri mendirikan Rumah Sakit Bersalin. Pelayanan kesehatan RSB Refa Husada diawali dengan pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Pelayanan Rawat Inap pada awal beroperasi memiliki jumlah tempat tidur terpasang 10 TT, sedangkan Pelayanan Rawat Jalan tersedia Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA serta Unit Gawat Darurat. Pada tahun 2010 CV Refa Mandiri meningkatkan status menjadi PT Refa Mandiri. Pada tahun 2010 ini Pelayanan Rawat Inap di RSB Refa Husada ada penambahan jumlah TT terpasang menjadi sebanyak 14 TT.

Tahun 2016, Pelayanan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Refa Husada ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Refa Husada Malang. Pengembangan pelayanan yang dilakukan adalah dengan menambah pelayanan Poli Rawat Jalan yaitu Poli Spesialis Bedah, Poli Spesialis Penyakit Dalam dan Poli Spesialis Kandungan, selain itu juga dikembangkan layanan Kamar Operasi dan layanan Rawat Inap dengan penambahan jumlah TT terpasang menjadi 20TT.

Tahun 2018, RSIA Refa Husada berganti pemilik menjadi PT. Bina Sehat Malang yang telah disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI dengan nomor AHU-0021600.AH.01.02 tahun 2018 tentang persetujuan perubahan anggaran dasar Perseroan Terbatas PT Bina Sehat Malang. Adanya perubahan manajemen di lingkungan RSIA Refa Husada Malang, disusuli dengan upaya penambahan unit-unit pelayanan yaitu pelayanan Radiologi, Pelayanan Laboratorium, Pelayanan Bank Darah, pelayanan Farmasi dan pelayanan Perinatologi. Untuk menunjang kinerja unit pelayanan baru, manajemen telah menyiapkan penambahan SDM medis, penunjang medis dan non medis, diantaranya yaitu dokter Spesialis Anestesi, dokter Spesialis Radiologi dan dokter Spesialis Patologi Klinik, apoteker, perawat, TTK, analis medis, radiografer, petugas rekam medis, petugas keuangan dan lain-lain. Pelayanan Rawat Inap pada tahun 2018 ini jumlah TT terpasang sebanyak 25 TT.

Pada tahun 2019 Pelayanan Rawat Inap di RSIA Refa Husada Malang memiliki jumlah TT terpasang sebanyak 50 TT. Saat ini RSIA Refa Husada Malang dalam proses pengajuan klasifikasi kelas rumah sakit dengan klasifikasi RS tipe C. Upaya mendapatkan pengakuan penetapan kelas ini dilakukan dengan tujuan agar RSIA Refa Husada Malang dapat mengikuti Akreditasi Rumah Sakit, dengan harapan bila sudah mendapatkan sertifikasi Akreditasi RSIA Refa Husada Malang dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit yang dapat melayani konsumen dari kalangan manapun, serta membantu program Pemerintah dengan menerima pasien BPJS Kesehatan.

Rumah Sakit Ibu dan Anak Refa Husada terletak di Jalan Mayjen Sungkono No.9 rumah sakit ini berada di perbatasan kabupaten Malang dan kota Malang tepatnya di desa/kelurahan Tlogowaru dan Kecamatan Kedungkandang – Malang. Lokasi RSIA Refa Husada ini cukup strategis, berjarak ± 7,7 Km dari pusat Kota Malang, terletak di perbatasan Kota Malang dan Kabupaten. Di ruas jalan protokol inilah ormas RSF (Rumah Sahabat Faida) melakukan kegiatan pembagian takjil tepat H-2 Lebaran Idul Fitri 2022. Konvoi RSF dan mobil branding Yayasan Cinta Duafa dari entry tol Leces atau Probolinggo Timur menuju exit tol Malang rupanya cukup menarik perhatian pemudik yang saat itu lalu-lalang di jalan tol yang sama. Foto cantik Dokter Faida di sisi kanan dan kiri kendaraan roda empat mereka jadi simbol perjuangan. Banyak sopir memilih menepi ke sisi kiri untuk memberi jalan buat konvoi ini.

Setibanya di lokasi, PIC dari RSIA Refa Husada langsung berkoordinasi dengan Yanto, Kepala Sekretariat Posko Induk RSF untuk mempersiapkan semua logistik yang diperlukan. Ada yang dibawa langsung dari Jember, ada juga yang harus dibeli di Malang. Sambil menunggu satu mobil yang sempat tersendat di Pasuruan, membawa Ketua Panitia Safari Ramadan RSF Sunarto alias Toking, maka perempuan Rumah Sahabat dipimpin Intan Yuliana langsung gerak cepat mempersiapkan menu takjil khas Posko RSF. Adonannya masih sama, namun dinginnya kota apel membuat es batu di gelas takjil jadi lebih awet. “Petuah Dokter Faida sebagai Pembina RSF jadi cambuk bagi teman-teman untuk terus melebarkan sayap organisasi ini ke kabupaten lain. Kehadiran kami di Malang mempertegas arah organisasi kami ke depan, gerakan cinta duafa jadi genre unik dan mendapat simpati dari aktivis lokal Malang. Semoga ini jadi takdir Tuhan bahwa Rumah Sahabat Faida mendapat tempat di hati warga Malang,” ungkap Intan Yuliana saat diwawancarai media. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button