Ekonomi BisnisHeadline

Tingkatkan Nilai Jual Kopi, Tim FTP Unej Gelar FGD Bersama KUB Srikandi Kalibaru dan Kelompok Tani Kopi

JEMBER, TI – Desa Kalibaru Manis Kecamatan Kalibaru Banyuwangi, selama ini dikenal sebagai sentra perkebunan kopi, terutama jenis kopi Robusta. Dengan memiliki ketinggian 500-600 mdpl (meter diatas permukaan laut) serta memiliki lahan perkebunan milik rakyat yang mencapai 4.392,95 Ha, masyarakat desa Kalibaru manis bisa menghasilkan produksi kopi mencapai 1,5 ton per hektarnya dalam satu tahun.

Dengan produktifitas yang sangat melimpah, namun tidak diimbangi dengan kemampuan dalam pemasaran dan pengelolaan, membuat hasil penjualan kopi di Desa Kalibaru manis kurang maksimal, masyarakat masih menjual hasil kopinya dengan cara dijual polosan alias tanpa kupas (OC) di pasar-pasar tradisonal yang ada di sekitar Banyuwangi dan Jember.

Hal ini yang akhirnya membuat Khotijah tergerak mengumpulkan petani kopi dan beberapa kelompok tani untuk membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang diberi nama Srikandi Kalibaru, harapan dengan adanya KUB ini bisa meningkatkan nilai jual kopi masyarakat Desa Kalibaru manis.

“Sebelum dibentuk KUB, kopi yang dihasilkan oleh anggota hanya dijual kepada penebas saat dikebun, atau dalam bentuk kopi gelondong, kopi ose (OC) ke pasar atau tengkulak dengan mutu dan harga yang rendah. Sehingga kami terpanggil dan membentuk KUB Srikandi Kalibaru, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan petani kopi dalam pengolahan pasca panen kopi untuk meningkatkan nilai tambah jual kopi,” ujar perempuan muda yang saat ini juga menempuh pendidikan Pascasarjana di IPB University.

Meski sudah dibentuk KUB Khotijah menyadari, masih belum berhasil mengangkat nilai jual hasil kopi, hal ini dikarenakan dalam melakukan proses produksi yang dikelolanya masih menggunakan teknologi sederhana dengan fasilitas peralaran yang sangat terbatas, ditambah lagi keterbatasan dalam memasarkan hasil produksinya.

Beruntung pada bulan Agustus lalu, Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Negeri Jember (Unej) yang diketuai oleh Andi Eko Wiyono S.TP. MP bersama dengan 3 dosen dan 4 mahasiswa FTP melakukan KKN Tematik di desa Kalibaru Manis, sehingga persoalan yang dihadapi oleh petani kopi berhasil terpecahkan setelah Tim Unej menggelar FGD (Focus Group Discussion) bersama dengan KUB Srikandi, kelompok tani serta melibatkan remaja desa.

“Alhamdulillah Agustus lalu, kami kedatangan mahasiswa FTP Unej bersama dengan Tim Pengabdi Masyarakat nya melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik di desa kami, sehingga kami memanfaatkan untuk melakukan sharing dan diskusi melalui FGD dengan melibatkan anggota KUB dan juga kelompok tani,” ujar Khotijah.

Andi Eko Wiyono selaku ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unej dalam kesempatan lain mengatakan, bahwa persoalan yang dihadapi oleh petani kopi di Desa Kalibaru Manis, kurang maksimalnya program pengembangan hilirisasi produk kopi, sehingga pihaknya tergerak untuk melakukan analisa, selain itu kegiatan yang dilakukan ini merupakan bagian dari Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dari FGD yang kami lakukan bersama dengan KUB Srikandi Kalibaru dan kelompok tani kopi, serta dari analisa yang kami lakukan, memang perlu adanya pelatihan pengolahan kopi bagi para petani agar bisa meningkatkan nilai ekonomis dari penjualan kopi tidak hanya saat panen saja, akan tetapi juga pengolahan pasca panen, selama ini yang kami lihat dari hasil analisa kami, para petani baru sebatas mengolah kopi saat panen saja, sehingga nilai ekonomisnya kurang maksimal,” jelas Andi.

Sedangkan untuk melakukan pengolahan pasca panen, Andi melihat kurangnya peralatan yang dimiliki oleh KUB Kalibaru maupun kelompok tani, sehingga pihaknya tergerak untuk menghibahkan mesin pengolahan kopi seperti Pulper dan alat Sortasi sebagai peralatan yang bisa meningkatkan produktifitas kopi.

“Kami dari FTP Unej tergerak untuk menghibahkan alat pulper dan sortasi guna meningkatkan produktifitas kopi, tidak hanya itu, kami juga berencana memberikan pelatihan kepada para petani kopi, bagaimana cara mendesain produk dan pemasarannya agar bisa bisa memiliki nilai jual yang tinggi, Insya Alloh bulan depan atau Oktober nanti pelatihan ini akan kami gelar bersama dengan KUB Srikandi Kalibaru dan kelompok taninya,” pungkas Andi. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button