Hukum dan Peristiwa

Tindak Kekerasan kepada Anak yang Dilakukan Oknum Tenaga Pendidik, Begini Kutukan AMPUH

PROBOLINGGO – Diberitakan sebelumnya pada pertengahan tahun ajaran 2022/2023, kasus perundungan dan kekerasan anak terjadi di sekolah SDN Maron Wetan 2.

Kasus kekerasan dan perundungan yang terjadi diantaranya seperti yang dialami peserta didik yang dahinya benjol akibat dihantam teman sejawatnya dengan lato-lato.

Selain daripada hal kekerasan antar peserta didik di SDN Maron Wetan 2, kekerasan terhadap siswa juga terjadi yaitu kekerasan fisik & psikis yang diduga dilakukan oknum tenaga pendidik SDN Maron Wetan 2.

Pantauan media, tindak kekerasan dan perundungan itu berbuntut panjang. Pasalnya, pihak keluarga korban tidak terima peristiwa yang dialami korban. Hal tersebut lantaran kejadian dugaan kekerasan terhadap anak telah ke sekian kalinya terjadi di sekolah SDN Maron Wetan 2 dalam kurun waktu 7 bulan terakhir.

Ketua LSM AMPUH Probolinggo, Dedy Mistariyanto mengatakan bahwa sekolah adalah layaknya tempat ternyaman untuk mengembangkan pengetahuan, dan tempat ternyaman untuk pembentukan karakter. “Tapi tidak menutup kemungkinan ada sebagian anak-anak yang terintimidasi dengan tindakan teman sejawatnya maupun dari oknum tenaga pengajar,” paparnya saat diwawancarai di Kantor Pusat AMPUH di Binor Paiton.

Dedy menambahkan bahwa harus diingat pula ada aturan hukum pidana mengenainya. Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menyatakan dalam ayat (1) bahwa Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.

“Sedangkan pada ayat (2) diterangkan bahwa perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan/atau Masyarakat,” tandasnya. Karena itu, lanjut Dedy, LSM AMPUH mengutuk keras tindak kekerasan kepada anak didik yang dilakukan oknum tenaga pengajar di Probolinggo.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button