BirokrasiHeadline

Tidak Se Jalan Dengan Kepala Desa, Ketua LPM Desa Sukorejo Mengundurkan Diri

JEMBER, suaratimuronline.com – Mahrus Gunawan Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari Jember, mulai Selasa (8/6/2021) mengundurkan sebagai ketua LPM, hal ini menyusul beberapa pertimbangan serta situasi di pemerintahan desa yang kurang transpransi dalam pembangunan desa.

“Mulai hari ini saya mengundurkan diri dari ketua LPM, karena kami menilai dalam setiap program pembangunan, pemerintah desa tidak pernah memberi tahu saya selaku ketua LPM, dan hal seperti ini sudah berkali-kali terjadi, sehingga saya putuskan untuk mengundurkan diri,” ujar Mahrus Gunawan.

Mahrus menjelaskan, sebagai ketua LPM, setiap ada proyek desa, banyak masyarakat yang tanya tentang anggaran dan sebagaianya, namun karena dirinya tidak pernah diajak rembuk atau membicarakan proyek oleh desa, maka dirinya sering harus konfirmasi dulu ke kepala desa, dan hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Terakhir adalah adanya renovasi proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sukorejo, sebagai ketua LPM dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya proyek tersebut, sehingga untuk kesekian kalinya hal seperti ini berulang-ulang terjadi.

“Saya tidak minta proyek, cuma saya selaku ketua LPM, ingin agar setiap proyek diberi tahu terlebih dahulu, biar ketika ada yang tanya, saya bisa menjelaskan tanpa harus konfirmasi dulu, tapi selama ini saya tidak diajak bicara, terus apa fungsi dari ketua LPM?,” tanya Mahrus.

Oleh karenanya, iapun membuat surat pengunduran diri sebagai ketua LPM dan menyerahkan langsung kepada kepala Desa Sukorejo.

“Saya sadar LPM itu bukan untuk mencari uang, tapi hanya pengabdian untuk pembangunan desa, namun karena sistem dan kondisi yang seperti ini, maka saya memutuskan berhenti mengabdi di desa, walau sebenarnya saya berharap desa ini menjadi maju dan lebih baik dengan desa lainnya,” ujarnya.

Mahrus juga mengatakan, bahwa tujuan dirinya mengundurkan diri dari posisi ketua LPM, murni atas kesadaran dirinya dan tanpa ada maksut apapun selain karena persoalan yang yang berulang-ulang terjadi, sehingga pihaknya ingin agar masyarakat tidak salah dalam menilai persepsi pengunduran dirinya.

“Pengunduran diri saya ini bukan karena korupsi atau apa, tapi murni keinginan saya, karena saya merasa keberadaan ketua LPM selama ini diabaikan, saya juga sudah menyampaikan ke kaur keuangan agar segala urusan keuangan yang ada nama saya untuk dihapus alias tidak digunakan, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button