HeadlineKesehatan

Target Herd Immunity, Filantropi Indonesia, AMAN dan Polresta Banyuwangi Gelar Vaksinasi

BANYUWANGI, TI – Masyarakat Adat Osing Alasmalang dan Macan Putih minggu ini kembali melakukan vaksinasi covid-19 dosis 2 melalui giat vaksinasi bertajuk SERBUAN VAKSINASI. Mereka dengan antusias berbondong-bondong menuju ke lokasi vaksinasi yang terdekat dengan komunitas.

“Alhamdulillah, masyarakat adat Osing yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) PD Osing sebagian besar telah memahami pentingnya vaksinasi dan tidak lagi termakan berita hoax. Mereka membuktikan bahwa vaksinasi itu penting dan aman bagi kesehatan,” kata Agus Hermawan, Ketua AMAN PD Osing.

Kades Macan Putih, Mohamad Farid, merasa lega pada akhirnya target untuk terwujudnya herd immunity di wilayahnya tercapai setelah dosis kedua tuntas diberikan.

“Saya atas nama Pemerintah Desa Macan Putih sekali lagi menyampaikan terimakasih kepada Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) PD Osing, Polresta Banyuwangi dan Filantropi Indonesia yang secara sinergis mensukseskan vaksinasi masyarakat adat Osing Macan Putih. Dengan bersinergi seperti ini segala tujuan sepertinya bakal bisa dicapai dengan cepat dan tepat,” kata Kades.

Terlaksananya vaksinasi ini memang merupakan hasil kolaborasi yang apik antara Polresta Banyuwangi, AMAN, dan Filantropi Indonesia. Masing-masing pihak bekerja dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan sumberdaya yang dimiliki.

Sekretaris Badan Pengurus Filantropi Indonesia, Hamid Abidin, menyampaikan bahwa Filantropi Indonesia merupakan bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Akses Vaksinasi Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan.

“Karena itu, Filantropi Indonesia selalu siap mensupport masyarakat adat yang membutuhkan vaksinasi. Selain mendukung vaksinasi masyarakat adat Osing di Banyuwangi, Saat ini kami sedang fokus membantu menuntaskan vaksinasi bagi masyarakat adat dan kelompok rentan di luar Jawa. Upaya ini penting agar masyarakat adat dan kelompok rentan lainnya bisa terlindung dari paparan COVID-19 dan berkontribusi pada pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok,” tagas Hamid.

Giat Serbuan Vaksinasi di Alasmalang dan Macan Putih oleh Polresta Banyuwangi yang disupport oleh AMAN dan Filantropi Indonesia termasuk sukses dan memuaskan masyarakat. Terbukti meski di Banyuwangi saat ini lembaga yang mengadakan vaksinasi banyak sekali, masyarakat yang mengikuti vaksinasi dosis pertama di kedua komunitas adat tetap memilih untuk divaksinasi dosis kedua di tempat yang sama. Rupanya mereka juga senang dengan metode pangkas depan pangkas akhir yang diterapkan Polresta dalam vaksinasi.

“Vaksinasi di sini enak. Gak perlu antri lama, antriannya teratur, metode cepat, dan terhibur oleh pegiat AMAN yang mengenakan kostum Jaranan Buto,” tukas Takruni yang merupakan penduduk Dusun Banyu Putih Desa Macan Putih.

Melalui Kasie. Umum dan Protokoler Polresta Banyuwangi, Ismadi, S.Pd., M.H., Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan kembali tentang tujuan giat vaksinasi oleh Polri.

“Kita sebelumnya bikin Vaksinasi Merdeka karena memfokuskan pada semangat Hari Kemerdekaan dalam menuntaskan vaksinasi. Setelah itu kita lanjutkan dengan Serbuan Vaksinasi yang presisi; yaitu prediktif, responsibel, transparan, dan berkeadilan. Oleh karena itu, kami juga puas sekali dengan pelaksanaan kolaborasi lintas sektor dalam rangka percepatan program vaksinasi masyarakat adat di Alasmalang dan Macan Putih bersama dengan AMAN dan Filantropi Indonesia. Prinsip presisi bukan melulu slogan, tapi diwujudkan dengan aksi nyata. Berkat kerjasama lintas sektoral ini pula salah satu prestasi yang dicapai adalah vaksinasi di Banyuwangi telah melebihi target 70% yang artinya Banyuwangi telah berada pada ZONA HIJAU,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, Sekretaris AMAN PD Osing, Wiwin Indiarti, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya giat vaksinasi lintas sektoral dalam rangka mencapai tujuan strategis AMAN di masa pandemi yaitu memastikan masyarakat adat yang merupakan bagian dari warga Negara mendapatkan akses yang setara terhadap vaksinasi.

“Selama ini AMAN gencar mensosialisasikan pentingnya vaksinasi, turut serta mengantisipasi hoax dengan pembuatan video wawancara dengan dokter yang kompeten, mendistribusikan logistik alat-alat prokes untuk menanggulangi Covid-19, dan memfasilitasi terjaminnya akses bagi masyarakat adat,” ucap Wiwin kepada wartawan.

Lebih lanjut Wiwin mengatakan, AMAN melakukan segala upaya untuk memastikan tuntasnya vaksinasi masyarakat adat Nusantara karena mereka adalah salah satu pilar utama penjaga ketahanan pangan di masa normal apalagi saat pandemi berkepanjangan seperti sekarang ini. Sementara kita tahu dimana-mana masyarakat adat seringkali tidak mendapatkan akses yang setara dengan kelompok masyarakat lainnya terhadap vaksinasi karena sistem yang tidak berpihak kepada mereka.

“Ketahanan pangan terwujud berkat mereka yang bertanam mengolah tanah. Hubungan lekat masyarakat adat dengan Ibu Bumi sebagai ruang hidup dan ruang budaya membuat mereka menjadi penjaga ketahanan pangan,” tandasnya. (Ric)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button