BirokrasiHeadline

Sosok dan Figur Kyai As’ad Ali Menurut Mantan Ketua NU Banyuwangi

BANYUWANGI, TI – Muktamar NU ke-34 resmi akan digelar di Lampung mulai 23 hingga 25 Desember 2021 setelah di umumkan langsung oleh pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

Gelaran yang sudah tinggal menghitung hari tersebut menjadi seluruh wilayah maupun cabang mengamati sejauh mana kesiapan muktamar NU termasuk siapa saja kandidat yang akan muncul.

Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) 2003-2018 Banyuwangi, KH Masykur Ali mengatakan, pihaknya sangat paham seperti apa 3 pelaksanaan muktamar NU sebelumnya, dimana banyak kepentingan diluar NU berkecamuk di dalamnya.

“Lebih parahnya lagi mereka tidak paham itu NU dan Aswaja tetapi tetapi seakan-akan menumpang dalam Muktamar,” ujar Kyai Masykur.

Beliau menambahkan, pengalamannya mengikuti Muktamar sebelumnya menjadikan sebagai pelajaran bahwa banyak sekali kepentingan asing di luar NU yang memanfaatkan kekuasan elit politik dan uang dalam mengusung calon ketua PBNU.

“Di Muktamar Surakarta, Makassar dan Jombang saya amati ada 2 kelompok yang berkubu di tubuh NU yang satu sama lain membawa kepentingan Kelompoknya didalam NU,” papar ketua yang sudah 3 periode memimpin NU Banyuwangi itu.

Pihaknya berharap jangan sampai pada Muktamar NU ke 34 di Lampung kepentingan asing dan penyokong komoditas kepentingan elit politik masih merasuki acara yang sakral di NU tersebut.

“Jelas sangat berdampak buruk untuk idealitas dan kemajuan organisasi NU,” tandasnya.

Di singgung terkait kriteria calon ketua yang sesuai dan layak memimpin PBNU, Kyai Masykur memiliki pandangan tersendiri sesuai kiprah dan pengaruh kandidat tersebut di tubuh NU. Beliau menyebut nama KH As’ad Said Ali sebagai salah satu sosok yang dianggap progresif untuk masa depan PBNU.

“Terbukti beliau (Kyai As’ad Said Ali) menginisiasi PKPNU yang mengokohkan warga NU hingga paling bawah,” tambahnya.

Dilanjutkannya, progres seperti itu sangat penting karena mampu menguatkan warga hingga di desa-desa untuk mengabdikan diri untuk NU yang selalu siap ketika di butuhkan organisasi. Alumni PKPNU mayoritas siap mencurahkan fikiran, tenaga hingga harta benda untuk kepentingan NU.

“Hal ini tak lepas dari Sosok inisiatornya yakni Kyai As’ad Ali,” sambungnya.

Besar harapan jika Kyai As’ad Ali terpilih maka akan mampu mengembalikan masa kejayaan NU yang hingga kini masih terus diperjuangkan.

“Meski tanpa finansial besar saya optimis beliau terpilih, semoga saja,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button