Headline

Siapakah penerus Sugeng Priyadi untuk Membangun Wonoasri?

Prestasi Desa Wonoasri yang dinahkodai Kades Sugeng Priyadi sangat membanggakan. Banyak program masuk menjadi kegiatan masyarakat desa. Sehingga Desa Wonoasri menjadi desa yang banyak predikatnya misalnya tentang pelatihan SDGs, melatih kelompok masyarakat sehingga secara singkat dapat memprediksi kondisi desa dan target pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Aktifnya BUMDES Dana Asri Sejahtera, Kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana), Kelompok Desbumi (Desa Buruh Migran) Srikandi Wonoasri, Karang Taruna Tunas Bangsa, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), pengurus Griya Asih, pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Batik Warna Alam, KUBE Camilan Khas Wonoasri, KUBE minuman herbal, LMDHK (Lembaga Masyarakat Desa Hutan Konservasi) Wono Mulyo seharusnya sudah menjadi desa percontohan. Hal ini berkat kepemimpinan Sugeng Priyadi.

Nah dengan kemonceran kerja Pak Sugeng Priyadi ini, justru dalam Pilkades kali ini beliau tidak ikut bertarung. Terlepas dari itu suhu politik di Wonoasri semakin menghangat, terbukti dari penetapan panitia Pilkades muncul empat nama Al Maarif, Anang Widodo, Meseran dan Sugeng Wahyudi. Data ini dari surat penetapan calon peserta Pilkades Wonoasri yang ditandatangani oleh Taufiqul Ulum Spd. Lalu siapakah yang akan meneruskan kerja-kerja Kades Sugeng?

Suara-suara dari forum rakyat Wonoasri justru diramaikan oleh dukungan terhadap figur Sugeng Wahyudi (SW) beliau termasuk bekerja sebagai PNS tetapi lebih sering bersama masyarakat melakukan kegiatan inovatif misalnya budidaya mengkudu jadi cukup dikenal sosok ini di masyarakat wonoasri. Berikutnya Meseran merupakan purnawirawan TNI rupanya keinginan itu dapat sambutan pemuda-pemudi desa dalam acara silaturahmi penyampaian visi misi dengan masyarakat terutama kraton dan sekitarnya. Ada lagi sosok cakades Al Maarif merupakan perangkat desa Wonoasri, kemudian ada Anang Widodo sebagai aktifis parpol yang juga tercatat sebagai cakades yang akan bertarung di pilkades 2021 mendatang.

“Pilkades kali ini semacam baru lagi karena nggak ada petahana, karena tidak ikut bertarung. Ya jadi empat orang cakades punya peluang yang sama. Kalau saya lebih menjagokan cakades yang bisa meneruskan perjuangan pak Sugeng, “kata Indro yang mempunyai kedekatan dengan Kades lama.

Pantauan Jaker Desa situasi politik di desa Wonoasri jelang pilkades dirasakan masih sangat kondusif, mungkin karena sudah banyak program pelatihan dan pendidikan dirasakan masyarakat desa sehingga tetap adem ayem. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button