HeadlineHukum dan Peristiwa

Siapa Menghentikan Pembangunan Tambak Modern di Pesisir Selatan Jember?

JEMBER, TI – Puluhan Petani dan Nelayan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, berbondong-bondong mendatangi pantai Jeni untuk menghentikan aktivitas pembangunan tambak modern, Minggu (4/7/21) pagi.

Petani dan Nelayan Kepanjen tak sendirian, mereka bersama puluhan aktivis dari organisasi Lembaga Pendidikan Rakyat untuk Kedaulatan Sumber-Sumber Agraria (LPR KuaSA) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember.

Aktivitas pembangunan tambak modern itu tak diketahui siapa pemiliknya dan dari perusahaan apa.

Selama ini perusahaan-perusahaan tambak Modern ditolak warga setempat dengan alasan limbahnya yang kian merusak ekologi serta imbasnya terhadap penurunan perekonomian Petani dan Nelayan setempat.

Kali ini ada sebuah perusahaan tambak yang ingin bercokol disana yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga dan masuk kedalam wilayah sempadan pantai.

Saat alat berat diturunkan, pada pukul 08.20 WIB, masyarakat Kepanjen dan para aktivis lingkungan menghentikannya.

Tindakan masyarakat dan para aktivis lingkungan itu menurut Amiruddin, dilandasi oleh kepedulian bersama atas lingkungan yang sudah rusak akibat adanya tambak modern.

Mulai dari habisnya gumuk-gumuk pasir dan vegetasi pesisir serta dampaknya yang merugikan Petani dan Nelayan Kepanjen,” ucap Amir, seorang aktivis lingkungan LPR KuaSA kepada wartawan.

Kemarahan masyarakat Kepanjen seakan tak terbendung, jalan satu-satunya Nelayan untuk mencari ikan harus ditutup dengan bambu.

“Jalan yang sebelumnya lurus menuju pantai dari arah pemukiman, kemudian ditutup oleh pagar bambu yang mengakibatkan Nelayan harus memutar untuk menuju pantai. Ini jelas ngawur. Tak ada komunikasi sebelumnya. Ini jelas tak peduli dengan mata pencaharian Nelayan Kepanjen,” tegas Amir.

Pada saat kejadian, Kepala Desa tak ada ditempat. Padahal begitu banyak warga Kepanjen yang menunggunya untuk di mintai pertanggung jawaban. (*)

 

Penulis : Ricky

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button