HeadlineHukum dan Peristiwa

Siapa Bidan Arogan di Puskesmas Krucil Bikin LIRA Geram?

PROBOLINGGO, TI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA Probolinggo menerima aduan masyarakat (Dumas) terkait pelayanan puskesmas krucil yang dinilai sangat kurang efektif kepada salah seorang pasien persalinan sehingga berakibat hilangnya nyawa seseorang.

Menanggapi hal ini, Bupati DPD LSM LIRA Probolinggo mengatakan, pihaknya sebagai fungsi kontrol setelah menerima dumas dugaan pelayanan yang tidak baik di puskesmas krucil sehingga mengakibatkan kematian merupakan bentuk pelayanan tercela.

Sebab, menurut pria yang akrab disapa Cak Sam itu, dalam kurun waktu dua bulan ini, pihaknya tidak hanya dapat aduan satu saja. Namun, menurut dia, beberapa lainnya sudah masuk terlebih yang kemudian masih dalam proses pendalaman anggotanya.

“Ada beberapa pengaduan dari masyarakat tentang pelayanan yang berdampak hilangnya nyawa anak yang baru lahir dan masalah ini akan kami tindaklanjuti. Bukan semata-mata cari panggung, tapi ini menyangkut nyawa dan keselamatan pasien,” kata Cak Sam, Rabu (18/8/2021).

Menurut Samsuddin, kewajiban dokter memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur serta kebutuhan medis. Namun, kata dia, jika tidak tersedia alat kesehatan atau tidak mampu, bisa merujuk pasien tempat yang lebih lengkap.

“Oleh karena itu, saya perintahkan ke anggota untuk investigasi mengumpulkan data jika nanti di temukan dugaan pelangaran akan saya bawa ke ranah hukum, agar kemudian oknum oknum tersebut lebih berhati-hati lagi melayani masyarakat,” kecam Samsuddin.

Oleh karena itu, lanjut Samsuddin, puluhan anggota DPD LSM LIRA langsung turun tangan mendatangi puskesmas Krucil sebagai bentuk empati atas aduan masyarakat. Dengan harapan, tidak ada lagi pelayanan puskesmas yang sampai merugikan masyarakat.

“Diharapkan kedepannya semua rumah sakit dan juga puskesmas di Probolinggo ini melayani masyarakat dengan baik apa lagi saat pandemi ini kemudian sampai di rumah sakit sulitnya administrasi, syarat vaksinasi dan swab antigen dan lainnya,” ungkap Cak Sam.

Oleh karena itu, sambung Cak Sam, selain meminta kejelasan kepada pihak puskesmas, pihaknya juga akan melayangkan surat aduan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo hingga ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Sekalian juga kepada penegak hukum, dengan tujuan agar ada efek jera untuk puskesmas lainnya terutama untuk puskesmas Krucil. Dalam waktu dekat ini kami akan layangkan suratnya,” ujar pria asal Kecamatan Tiris ini geram.

Setelah transindonesia.net mengkonfirmasi kepada Kepala Puskesmas Krucil Bapak Ishak via whatsApp hingga saat ini belum ada jawaban. (Ric)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button