BirokrasiHeadline

Sekjen LBH BIN Angkat Bicara Terkait Mediasi Sengketa Tanah di Kalisat, Begini Katanya

JEMBER, TI – Lembaga Bantuan Hukum Barisan Independen Nusantara (LBH-BIN) mendampingi klien atas nama Suki (62) menyelesaikan sengketa tanah waris miliknya yang diduga diserobot oleh seseorang yang berinisial J di Desa Gambiran Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.

Upaya awal dalam penyelesaian sengketa atas tanah ini dilakukan dengan mempertemukan para pihak untuk dimediasi. Mediasi ini dilakukan di rumah kediaman terduga penyerobot dan dihadiri oleh kepala dusun di desa setempat. Para pihak mengantarkan mediasi ini serta menyampaikan berbagai pandangan-pandangan terkait obyek sengketa yang akan dibahas dalam mediasi.

Mediasi ini dihadiri oleh beberapa pihak, ahli waris, para kuasa hukum, kepala dusun setempat dan juga penggarap lahan sengketa tersebut. Acara berjalan dengan sedikit memanas karena ada salah satu pihak yang kurang terima, mediasi dilakukan untuk mencari titik temu terkait tanah yang diduga diserobot. Namun pada ahirnya menemukan titik temu dengan cara melakukan pengukuran ulang atas tanah sengketa tersebut dan pihak terduga penyerobot menyadari sehingga menyerahkan kembali.

Ryo Haryono, Sekretaris Jenderal LBH-BIN, menyampaikan bahwa mediasi ini untuk mencari titik temu atau win-win solution bukan mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, ia menegaskan bahwa kalau mediasi ini tidak ada titik temu maka akan dilanjutkan dengan mengajukan upaya hukum termasuk gugatan di Pengadilan Negeri ataupun melaporkan ke Polres setempat terkait dugaan penyerobotan tanah.

“Mediasi yang semula memanas pada akhirnya menemukan titik temu dengan cara pengukuran kembali tanah yang menjadi objek sengketa dimana pihak terduga penyerobot menyadari terkait tanah yang telah diserobot dan mengembalikan setelah adanya pengukuran ulang dan juga sekarang sudah kembali ke asal mulanya dan mutlak kepemilikannya,” sahut Sakur, anggota LBH-BIN kepada wartawan.

Sementara Suki merasa sangat bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada semua Tim LBH BIN karena berkat mereka, klien dan keluarga bisa menikmati apa yang sudah menjadi haknya.

“Kaso’on se rajeh (terima kasih banyak:bahasa madura-red), pada Mas Slamet dan tim tanpa terkecuali. Berkat beliau saya dan keluarga bisa menikmati apa yang sudah menjadi hak saya, semoga LBH-BIN terus berjaya dalam membela dan memperjuangkan hak orang yang lemah,” ucap Suki seakan tak ingin menangis tapi air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button