Pendidikan

Sasaran Pembangunan Bidang Pendidikan dalam RPJPN 2025-2045 Didesak untuk Direvisi

JAKARTA – Asa Dewantara, sebuah lembaga nirlaba independen yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, telah mendesak pemerintah untuk meninjau ulang dan merevisi sasaran atau target pembangunan bidang pendidikan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Desakan ini disampaikan karena sasaran yang ditetapkan dalam RPJPN dinilai kurang tepat dan tidak mendukung pencapaian misi yang tercantum di dokumen tersebut.

Tim peneliti Asa Dewantara telah melakukan telaah terhadap RPJPN 2025-2045, terutama terkait dengan sasaran atau target dalam bidang pendidikan. Mereka mengkaji empat indikator penting dalam pendidikan, yakni Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Nilai PISA (membaca, Matematika, Sains), dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi.

Menurut Hamid Abidin, Managing Director Asa Dewantara, sasaran/target yang ditetapkan dalam RPJPN 2025-2045 tidak sejalan dengan misi pembangunan, khususnya misi Transformasi Sosial. Sebagai contoh, sasaran RLS yang ditetapkan, yakni 12 tahun, tidak mendukung misi untuk menciptakan “manusia yang sehat, cerdas, kreatif, sejahtera, unggul, dan berdaya saing.” Sasaran ini sudah dicapai oleh beberapa negara sebelumnya. Hal serupa terjadi pada sasaran nilai PISA, yang juga sudah dicapai oleh banyak negara pada tahun 2021.

Asa Dewantara mengusulkan agar sasaran/target dalam RPJPN 2025-2045 ditinjau ulang dan direvisi sebelum disahkan menjadi Undang-undang. Mereka berpendapat bahwa sasaran/target ini harus lebih ambisius dan sejalan dengan negara-negara lain yang telah berhasil mengembangkan sistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing. Revisi ini diharapkan akan memastikan pencapaian misi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dalam dua dekade mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button