Headline

RSF Gelar Kurban di Posko Induk, Cinta Duafa dengan Ganjaran Berlipat Ganda

JEMBER – Berkurban pada Hari Raya Idul Adha yang diperingati tiap tanggal 10 Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan dan hikmah tersendiri. Kata qurban (kurban) dalam bahasa arab berasal dari akar kata Qaraba, Yaqrabu, Qurbaanan yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ibadah kurban mengajarkan agar manusia senantiasa memperhatikan nasib orang kecil. Bagi yang mampu harus mengasihi orang yang lebih lemah,” ungkap Ustad Subairi, Ketua Bidang Keagamaan, RSF (Rumah Sahabat Faida) Kabupaten Jember, saat diwawancarai awak media di posko induk.

Hewan kurban yang disembelih kemudian dibagikan kepada kaum dhuafa`, mengajarkan agar orang-orang yang diberi keluasan rezeki oleh Allah tidak lupa diri.

“Perintah berkurban ada di ayat Al-Qur`an: Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah). (Al-Kautsar: 2),” paparnya.

Berkurban, kata Ustad Subairi, sejatinya adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan berkurban, merupakan suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan makhluk kepada sang pencipta.

“Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah, maka Allah akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya. Dalam surat Al-Maidah: 27 Allah berfirman: Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27),” ungkapnya.

“Dengan berkurban juga menjadi media kita untuk meraih ketakwaan. Apa yang ingin kita raih dalam ibadah kurban ini bukanlah persembahan daging dan darahnya, melainkan untuk mendapatkan ketakwaan. Allah SWT berfirman: Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. (Q.S. Al-Hajj: 37),” katanya lagi.

Hewan kurban juga akan menjadi saksi amal kebaikan di akhirat. Saat menjalankan ibadah kurban, maka ia akan mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah, kurban merupakan amalan yang sangat dicintai Allah. Kelak, hewan yang dikurbankan akan menjadi saksi di hari perhitungan amal.

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah. Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. Ibnu Majah).

Di akhir wawancara ini, Ustad Subairi menjelaskan bahwa Posko Induk Rumah Sahabat Faida tahun ini menyediakan 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing sebagai hewan kurban yang akan disembelih dan dibagikan dagingnya untuk warga sekitar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button