Birokrasi

Pujian untuk Puan, Dirigen Terbaik Orkestra dari Senayan

MALANG,TI – Aktivis Pesisir Selatan Jember Syamsul Arifin memuji kepemimpinan Ketua DPR Puan Maharani sebagai pemimpin yang apa adanya, tak suka bersandiwara di ruang publik. “Mbak Puan bukan tipe pemimpin yang suka berpura pura yang memoles dirinya seakan-akan populis, seakan akan berpihak kepada rakyat, tetapi mbak Puan mencoba menjadi pemimpin ya begitulah dia apa adanya,” kata Syamsul seperti yang dikutip melalui kanal besuki.id di Blitar, Sabtu (4/6/2022) saat bersama Nurwiyono, Ketua Bidang Perlengkapan DPD GPMN.

 

“Dia (Mbak Puan-red) lahir sebagai cucu Bung Karno, anak Bu Mega anak Pak Taufik kemudian jadi politisi di tingkat nasional ya dia enggak perlu kepura-puraan,” imbuh Sanco, sapaan akrab Syamsul.

 

Menurut dia, mencari pemimpin haruslah yang apa adanya, bukan mempermak dirinya seolah-olah paling berpihak kepada rakyat. “Mbak Puan kinerjanya dari mulai ketua fraksi kemudian dia bisa mengorganisir PDI Perjuangan sebagai partai oposisi, mereka bisa diperhitungkan. Lihat saja, PDIP dulu banyak atraksi. Beda dengan yang dilakukan oposisi sekarang, enggak jelas,” ungkap Sanco.

 

Kemudian, menurutnya, Puan menjadi Menko PMK 2014-2019 dan berhasil mengorganisir tujuh kementerian dan seluruhnya berkinerja baik dan relatif berhasil. “Semuanya baik penyerapan anggarannya semuanya baik kinerjanya juga baik kemudian dia relatif berhasil membuat tagline revolusi mental membumi dan itu kan sempat menjadi ikon kita ya, revolusi mental itu kan yang digaungkan juga oleh Pak Jokowi,” papar pegiat pelayanan kesehatan masyarakat ini.

 

Sanco juga menganggap Puan berhasil memimpin DPR di tengah konstelasi politik yang tinggi, apalagi para pimpinan DPR adalah kader terbaik parpol di Senayan. Sebelumnya, Puan menjawab pandangan negatif sebagian pihak yang mencibir karier politiknya.

 

Puan menekankan meskipun ia merupakan cucu sang proklamator Bung Karno dan anak dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, bukan berarti untuk mencapai karier politiknya tanpa kerja keras alias mengandalkan privilege politik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button