Hukum dan Peristiwa

PT Bayang Bungo Diduga Melakukan Pencurian Arus Listrik saat Mengerjakan Proyek di Kemelak

BATURAJA SUMSEL _ Kontraktor pelaksana pengerjaan Proyek Gedung Kantor Kejaksaan Negri Baturaja dari PT Bayang Bungo diduga kuat telah melakukan pencurian arus listrik Mereka mengambil arus listrik tanpa dilengkapi KWh meteran resmi milik perusahaan listrik negara (PLN)
Rabu (13/12/23)

Tim Opal PLN yang mendapati atau mengetahui ada nya pencurian arus listrik di proyek pengerjaan gedung kantor kejaksaan negri baturaja yang ber lokasi di kemelak.

Indikasi dugaan kasus pencurian arus listrik ini mencuat setelah beberapa sumber yang enggan nama nya di tuliskan mereka mengtakan kalo Tim Gabungan Opal PLN yang mendatangi lokasi Proyek melihat lalu melakukan tindakan pemutusan terhadap kabel arus listrik yang diduga terpasang tampa melewati KWH meter yang di lakukan oleh pihaak proyek, atas kejadian ini PT Bayang Bungo di kenakan sangsi denda oleh pihak PLN, namu saat awak media coba menghubungi Rio melalui WA No +1 (341) 2Xx-XXX7 untuk menanyakan apa kah dend yang di berikan oleh Pln sudah di bayar kan, kemudian Rio menjawab tidak ada dengna nada keraguan.sampai berita ini di turun kan piha proyek belom ada pihak proyek yang bisa saya temui, dengan alasan Rio masih di luar kota dan pam pam selaku pengaws lapangan mengatakan di mana usur pidananya, ini kantor kejaksaan ucap nya.’

Diduga pencurian arus listrik ini bukan kali pertama yang dilakukan oleh kontraktor di saat mereka sedang mengerjakan proyek proyek bangunan perkantoran yang mereka memenangkan tender nya oleh ulah kontraktor pelaksana yang dengan sengaja mencuri tegangan listrik, langsung dari kabel tampa melalui output Miniatur Circuit Breaker (MCB)
Ini sudah perbuatan melawan hukum, maka kami meminta agar para pihak bertanggung jawab langsung ke PT PLN (Persero).untuk melaporkan PT Bayang Bungo ke Aph serta denda / sangsi yang harus mereka penuhi akibat ulah nya sendiri.

Proyek proyek besar item pekerjaan nya membutuhkan listrik bertegangan besar sebagai informasi, dikutip dari laman hukumonline pelaku pencurian arus listrik dapat dijerat dengan Pasal 51 ayat (3) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan (“UU 30/2009”)

“Setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah)”

Dalam penjelasan itu diterangkan bahwa Undang – undang ketenagalistrikan berasaskan lex specialis derogat legi generalis.
Artinya, sanksi pidana bagi pelaku pencurian listrik tidak menggunakan Kitab Undang – undang hukum pidana (KUHP) melainkan menggunakan aturan yang lebih khusus, yaitu UU Ketenagalistrikan.

Pencurian arus listrik ini ikut menambah daftar kasus pada proyek proyek yang sesudah dan sebelum nya.

Masyarakat khususnya pegiat antikorupsi berharap kepada APH agar dapat memanggil dan periksa pihak pelaksana proyek atas dugaan pencurian Arus Listrik yang diduga merugikan Negara, agar kepuasan publik terhadap lembaga penegakan hukum di Baturaja kembali pulih.
(TIM/QZR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button