HeadlineKriminal

Postingan Dagangan Dilanjutkan Saling Ejek di FB, Warga Jember Jadi Tersangka

JEMBER, TI – IMY (24) warga Perumahan Pondok Gede Permai Kelurahan Tegal Besar Kaliwates Jember Jawa Timur, harus merasakan sel  jeruji besi Polres Jember setelah menang duel dengan penantangnya hanya gara-gara posting jualan online di facebook.

Persoalan ini bermula, saat IMY menawarkan barang dagangannya secara online melalui media sosial facebook, usai posting dagangannya, ia didatangi oleh WAH yang tidak lain temannya sendiri, dengan ngomel-ngomel WAH menantang IMY untuk duel.

Merasa ditantang dan jiwa mudanya bergolak, IMY meladeni tantangan WAH dengan membawa sebilah Samurai dan mengajak dua temannya, dalam duel yang tidak imbang ini, WAH kalah dan mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya.

“Saya waktu itu ditantang duel oleh korban setelah posting jualan di facebook, saya juga gak ngerti masalahnya apa, karena ditantang ya saya ladeni, sayapun keluar dengan membawa samurai untuk berkelahi dengan korban,” ujar IMY di Mapolres Jember dengan tidak mau menyebut jenis barang yang dijual sebagai pemicu perkelahian dirinya dengan korban pada Kamis (6/5/2021).

Korban sendiri karena mengalami luka serius, akhirnya dilarikan ke Puskesmas dan keluarganya melaporkan kejadian ini Mapolres Jember. Sedangkan IMY sendiri juga mengalami luka di tangannya hingga harus diperban.

Sementara Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika, saat press rilis mengatakan, bahwa pelaku diamankan Tersangka dijerat dengan pasal 354 KUHP, penganiayaan berat dengan ancaman 8 tahun penjara

“Antara korban dengan pelaku saling kenal, karena mereka berteman, sedangkan persoalan yang menjerat pelaku adalah selain penganiayaan juga dikarenakan membawa senjata tajam untuk melukai korban, korban sendiri saat ini kondisinya sudah berangsur pulih,” pungkas Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika.

Sementara dari peristiwa ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah Samurai beserta sarung samurai yang sudah patah, dan jaket milik korban. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button