Hukum dan Peristiwa

Pasca Cekcok Oknum Polisi Vs Warga, DPC LIBAS88 Sampang dan BIN DPD Jatim Angkat Bicara

SAMPANG – Dua pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas), DPC LIBAS88 Kabupaten Sampang dan BIN DPD Jawa Timur angkat bicara terkait persoalan yang melibatkan oknum polisi Polres Sampang dengan salah seorang Warga Desa Banyumas, Sampang Madura Jawa Timur.

Pasca kejadian percekcokan beberapa hari lalu di depan salah satu Bank yang berada di area kota Sampang, dua pimpinan Ormas ini meminta agar kedua belah pihak tetap menahan diri dan tidak menciptakan friksi dipublik dengan beberapa olahan narasi menurut versi masing-masing.

Pasca kejadian itu, pihak Humas Polres Sampang Ipda Dody Setiawan memang sempat memberikan keterangan atas nama institusinya melalui salah satu media online, yang pada inti pernyataannya bahwa oknum polisi inisial (WY) hanya melerai seorang warga inisial (SB) yang terlibat percekcokan dengan seorang juru parkir bank inisial (SD).

“Pernyataan tersebut masih sangat prematur diungkapkan, karena masih menurut satu versi, dan kami minta pada pihak polres untuk tidak membuat suatu narasi baru dari peristiwa tu, yang bisa saja memicu ketegangan dipihak korban,” ungkap Ketua DPC LIBAS88 Sampang ini saat duduk santai berdua dengan Ketua BIN DPD Jawa Timur, Kamis (19/1/2023).

Sementara disisi lain, dari pihak warga yang menjadi korban esok harinya pasca kejadian langsung mengklarifikasi dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menanyakan langsung kepada (SD) seorang juru parkir bank, yang juga pada intinya tidak ada suatu peristiwa percekcokan apapun antara warga inisial (SB) dengan juru parkir bank inisial (SD).

“Hati-hati dalam memberikan keterangan, karena hal ini akan menjadi semakin blunder, apalagi suatu keterangan yang dikeluarkan dari suatu institusi sekelas Polres yang masih sepihak tanpa mengakomodir pihak satunya yang menjadi korban,” kata Syamsul Arifin, Ketua BIN DPD Jawa Timur ini yang juga angkat bicara.

Ketua DPC LIBAS88 Sampang juga menambahkan, agar peristiwa tersebut seharusnya mempertemukan kedua belah pihak, baik itu pihak oknum polisi maupun oknum warga. Dan kalau perlu, seorang juru parkirpun juga bertemu untuk sama-sama memberikan klarifikasi.

“Semua pihak ketemu dulu, baru memberikan keterangan, agar tidak berujung menjadi kebohongan publik,” sambung aktivis DPC LIBAS88 Sampang yang juga merupakan Tim 5 Jejaring Panca Mandala (JPM) dibawah naungan BPIP RI ini.

Hal tersebut bertujuan untuk mencari solusi atas peristiwa kejadian memalukan antara oknum polisi dengan warga. Tapi tetap tidak menutupi rasa kecewa kedua pimpinan Ormas ini kepada pihak kepolisian yang seharusnya motto kepolisian adalah melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Untuk selanjutnya, secara resmi DPC LIBAS88 Sampang dan BIN DPD Jawa Timur meminta dengan hormat kepada Kepolisian Resort Sampang untuk lebih tegas dan bijaksana menindak siapapun yang melakukan tindakan melawan hukum, meskipun itu adalah oknum anggota polisi sekalipun.

“Proses secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku pada siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum,” tegas aktivis BIN DPD Jawa Timur tersebut menutup pernyataannya. (@_Rip)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button