BirokrasiHeadline

Pandemi Menghebat, Bikin Jarang Melaut, Sahabat Sapa Nelayan di Bulan Ramadan

JEMBER – Dahulu kala di nusantara banyak berdiri kerajaan besar dan memiliki pengaruh yang kuat, termasuk kerajaan yang berpusat di Jawa Timur. Namun publik hanya mengenal segelintir, seperti Majapahit dengan pusat kerajaan di Mojokerto serta Dhoho di Kediri. Di luar dua nama besar tersebut, sejatinya, ada beberapa kerajaan yang berdiri dan eksis di Jatim pada masa lampau. Salah satunya Kerajaan Sadeng. Dilansir dari barometerjatim kerajaan ini memiliki wilayah kekuasaan di sekitar Kabupaten Jember dan Bondowoso, dengan ibu kota kerajaan di wilayah Puger, Jember.

Ironisnya, pemerintah daerah maupun provinsi kurang memberi peran dalam menggali sejarah Kerajaan Sadeng. “Kerajaan Sadeng menjadi lumbung pangan, bahkan mensuplai kebutuhan pangan Kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan besar,” tutur pengamat sejarah, Yopi Setiyo Hadi. Warga Jatim dan khususnya Jember harus tahu sejarah ini, apalagi warga Kecamatan Puger. Ini memperkaya khazanah sejarah dan budaya Jatim,” sambungnya.

Literasi bercampur rindu tentang Puger hari ini cukup melimpah ruah terlampiaskan di jejaring media sosial. Pengguna akun facebook kawasan Jember cukup banyak yang mengenal Group Kabar Puger dan atau Fans Page Puger Bagus, kanal informasi yang dikelola dengan rapi oleh anak-anak muda, warga Desa Pugerkulon. Dipimpin tangan dingin Ketua Kelompok Masyarakat Pantai Wisata Pancer Puger, Mulyo Cahyono a.k.a Mulya Cahya, mereka mendedikasikan waktu dan tenaga, menjadi “jembatan” kangen untuk para perantau Puger. Memilih tagline The Beauty of Puger site, mereka terus mensiarkan banyak hal baik tentang salah satu kecamatan yang berlokasi di pesisir selatan Kabupaten Jember tersebut.

Mulya Cahya, pernah dikira sudah jadi gila, memimpin teman-temannya memungut sampah di pantai Pancer, dengan panji Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH). Belum lagi aksi nekatnya menanam ribuan pohon cemara udang di pesisir, yang saat ini malah jadi idola tujuan wisata baru yang dikelola profesional oleh Pokmas Pantai Wisata Pancer Puger bekerja sama dengan Pemerintah Desa Pugerkulon. “Pandemi menghebat, nelayan jarang melaut, pengunjung wisata Pancer juga tidak seramai waktu normal biasanya Bang,” keluh Mulya saat dihubungi awak media beberapa waktu lalu.

Sinyal dari nelayan membuat sekretariat DPD GPMN Jember, RSF dan Yayasan Cinta Duafa, bergerak dengan agenda bagi-bagi puluhan paket Sembako dan ratusan menu takjil pada Selasa (19/4/2022) di perbatasan Desa Pugerkulon dan Desa Grenden. Para nelayan yang menambatkan sauhnya di muara terlihat girang dan sumringah dengan kehadiran rombongan relawan ini. Perahu goyang pun tidak menyurutkan semangat jurnalis tv dan media online melakukan wawancara langsung dengan penerima Sembako sambil berpegangan pada tiang jukung. Puluhan bocah juga tampak senang karena orang tuanya, kata mereka, masuk televisi.

Ibu-ibu muda dari seberang barat muara berduyun-duyun datang ke lokasi kegiatan ini karena mengira dr.Faida,MMR juga hadir disana. Meniti jembatan besi yang berkarat disana-sini sambil menggendong balitanya, berharap bertemu pujaan hati, Sang Bupati Jember 2016-2021. Kepada media, Sunarto alias Toking, ketua panitia safari ramadan ini mengaku akan meneruskan aspirasi perempuan-perempuan Puger langsung kepada Dokter Faida. “Kecamatan Puger salah satu lumbung suara pasangan Faida-Muqit di Pilkada 2015. Tentunya keinginan ibu-ibu itu (Bertatap muka dengan dr.Faida-red) bukan dibuat-buat,” kilahnya.

Usai menutup acara dengan berbuka puasa di rumah salah satu warga, rombongan RSF (Rumah Sahabat Faida) langsung tancap gas ke arah Jember utara menghadiri tadarus bersama di Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat. Pengurus Takmir Masjid AL-MU’MIN menyambut langsung kehadiran Alim Mustoko dan beberapa pengurus inti Ormas ini. Disana RSF membagikan paket Sembako dan ayat suci AL-QURAN. Dalam sambutannya pengurus Masjid ini berharap silaturahmi lebih erat kedepan. “Perjuangan teman-teman Rumah Sahabat Faida tentunya selaras dengan perjuangan kami dalam menyemarakkan Masjid. Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Alim beberapa hal yang bisa kami lakukan. Semoga silaturahmi ini bisa saling memberikan manfaat. Salam kami buat Bu Dokter,” ungkap salah satu dari mereka kepada awak media.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button