Gaya Hidup

Muhammad Shakur, Jurnalis Muda Berbakat Haus Dengan Ilmu Pengetahuan Sebagai Wartawan

Bondowoso – Berawal dari kejenuhan di tempat kerja yang lama Muhammad shakur mulai menggeluti dunia jurnalistik, Muhammad Shakur atau yang akrab dipanggil “TUAN TAKUR” pada dasarnya sudah memiliki basic media yang kuat dalam dirinya, maka dari itu Muhammad Shakur bergabung dengan TRANS INDONESIA.Pada akhir tahun 2O19 Muhammad Shakur mulai terjun kelapangan untuk mengabdikan hidupnya menjadi “kuli tinta”, perjuangannya dalam menempuh karir menjadi tantangan tersendiri baginya.

Kurangnya minat baca warga Bondowoso awalnya menjadi kendala untuk memulai karirnya menjadi jurnalis, dulu setiap pagi sebelum mencari berita Muhammad Shakur harus menunggu koran hari itu yang dikirim dari kantor untuk diberikan kepada pelangganya, selain menjadi wartawan juga bertugas menjadi loper koran untuk perusahaannya.

Dunia wartawan memang memberi warna-warni dalam kehidupan Muhammad Shakur, Kadang Dia harus pulang malam, setelah itu sampai di rumah harus mengetik naskah untuk selanjutnya dikirim ke redaktur dan semua itu dinikmatinya, menjadi seorang jurnalis memang tidak mudah seperti yang dibayangkan, namun juga tidak terlalu sulit jika mau berusaha,  mempersiapkan fisik dan mentallah yang perlu dijaga.

Suka dan duka dalam mencari informasi apa lagi setelah berkeluarga, ayah satu orang anak ini harus rela sering berpisah dengan keluarganya untuk sekedar menunaikan tugasnya sebagai jurnalis, image kurang baik yang melekat pada wartawan daerah perlahan-lahan mulai dipatahkan oleh tulisanya yang objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut-sudut tertentu melainkan untuk  melayani Masyarakat Bondowoso dan Jembr pada umumnya.

Seperti apa yang pernah dikatakan wartawan senior Jembr Bang Ricki, tentang amplop di kalangan pemburu berita,” kalau kita mau menegakkan image wartawan yang baik, surat kabar yang baik dan kebebasan pers, maka yang harus dilakukan adalah menghapuskan sistem amplop, kemudian menghapuskan surat kabar-surat kabar yang tidak bisa “menghidupi” dirinya, maka percaya perjuangannya merintis karir menjadi jurnalis yang dimulai dari nol akan berbuah manis pada akhirnya.

Kita tahu bahwa kemajuan suatu negara tidak luput dari peran serta informasi media, semua hal yang disoroti dan diungkapkan oleh wartawan, mampu membentuk opini publik yang efektif, maka dari sanalah tampak sekali peran wartawan saat menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial.(skr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button