HeadlineHukum dan Peristiwa

Mencuatnya Kasus Sukowono Membuat Tim Pencari Fakta dari LBH BIN Gerak Cepat Datangi TKP

JEMBER, TI – Berawal pada tanggal 8 Maret 2022, tepat pada Selasa malam, di Desa Sumberwaru Kecamatan Sukowono Jember, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan. Pelaku dengan sengaja memukul Ali Wafi, di bagian leher sebelah kiri sebanyak 2 kali berturut-turut.

Diceritakan oleh MGS narasumber media ini, dari kedatangan pasien Ali Wafi ke UGD Puskesmas Sukowono jam 21.30 WIB, untuk mendapatkan pertolongan pertama atas adanya rasa sakit yang dideritanya di bagian leher sebelah kiri. Setibanya di UGD pasien Ali Wafi diperiksa oleh pihak perawat dan kedapatan bekas lebam di bagian leher sebelah kiri.

“Karena takut terjadi sesuatu yang berpotensi fatal kepada pasien maka pihak Puskesmas menyarankan untuk observasi terlebih dahulu karena korban saat itu mengalami pusing dan mual mual. Akhirnya pasien Ali Wafi menjalani perawatan sampai 12 jam berjalan,” ujar MGS kepada awak media.

Pada keesokan harinya tepat pukul 09:00 WIB korban mengajukan pemulangan dikarenakan persoalan biaya, dan pihak perawat Puskesmas Sukowono menyarankan untuk rawat jalan karena kemungkinan masih ada gejala lain yang dialami oleh pasien. Padahal dengan kondisi pasien yang masih dalam keadaan kurang baik, dan rasa mual masih dialami.

Di sisi lain pihak keluarga mengadukan perihal pemukulan tersebut ke Polsek Sukowono, dan akhirnya pihak Polsek Sukowono, yang kebetulan piket saat itu adalah Pak Didik di bagian SPKT Sukowono dan mengajukan permohonan visum, serta olah TKP di Desa Sumberwaru.

“Hasilnya adalah benar adanya bekas lebam dibagian leher sebelah kiri, sesuai dengan adanya hasil visum saat itu, dan pihak SPKT Polsek Sukowono langsung menyerahkan berkas visum dan hasil olah TKP serta pengaduan tersebut kepada Satuan Reskrim Polsek Sukowono,” ujar Ryo dari LBH BIN kepada wartawan, didampingi Slamet dan Senol.

Selang beberapa hari dari kejadian tersebut pihak Polsek, lanjut Ryo, melakukan pemanggilan kepada korban Ali Wafi, sekaligus 2 saksi untuk dilakukan lidik dan sidik. “Memang benar telah terjadi tindak penganiayaan kepada korban, namun menurut kami ada kejanggalan pada proses penanganan di Puskesmas Sukowono dengan keterangan visum yang ada dan fakta di TKP dan hasil dari sidik, atau pun proses hukum yang ada,” bebernya.

Sampai berita ini di muat pihak Polsek Sukowono dan Puskesmas belum bisa ditemui, perihal masih ada giat di Polres Jember.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button