HeadlineHukum dan Peristiwa

Menanti Respon Polres Probolinggo Atas Saling Lapor LSM dan Ormas Setempat

PROBOLINGGO, TI – Ketua organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa timur, dilaporkan ke Mapolres Probolinggo, atas dugaan melakukan tindakan melawan hukum dengan modus menarik uang serta menakut-nakuti puluhan sopir dump truk, di area galian C Gunung Bentar.

“Hari ini, kami datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo untuk membuat laporan polisi secara resmi,” kata Ketua LSM GUSUR, Ribut Fadilah yang dididampingi Ketua LSM PERMASA, H. Saudi, Jum’at (11/02).

Laporan resmi sebagai tindak lanjut dari pernyataan dan pengaduan puluhan sopir dump truk yang sudah merasa diperas dan dirugikan oleh oknum ketua ormas. “Berdasarkan hal tersebut kami melaporkan kasus dugaan pemerasan, pengancaman, memaksa orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan atau membiarkan sesuatu,” tegas Ribut.

Laporan ini, kata Ribut, memang junctonya banyak karena dari peristiwa itu masih harus dibedah apakah itu pemerasan, apakah itu pengancaman, atau tindak pidana yang lain.

Ribut Fadilah menceritakan tepatnya pada bulan September 2021 ada puluhan sopir Dump Truk mendapat kontrak kerja dengan sub kontraktor Haji Akbar untuk mengangkut tanah urug dari Gunung Bentar. Tanah urug ini dikirim ke tambak milik PT. Robin Group di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, dengan ongkos angkut sebesar Rp. 50 ribu tiap satu rit.

Di saat itulah oknum ketua ormas diduga tidak membuang kesempatan untuk meraup keuntungan dengan modus menakut-nakuti para sopir dump truk agar membayar upeti kepadanya sebesar Rp. 5 ribu per rit.

Selain puluhan sopir dump truk, kata Ribut, sub kontraktor Haji Akbar juga dimintai upeti sebesar Rp. 15 ribu tiap rit. Sehingga oknum ketua ormas tersebut mampu meraup keuntungan uang dari para sopir dan sub kontraktor sebesar Rp. 20 ribu per rit.

“Dan kami sudah persiapkan bukti-buktinya baik tertulis, bukti transfer dan surat pernyataan tanda tangan para sopir yang merasa dirugikan,” ungkapnya.

Ribut berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini kepolisian Polres Probolinggo. “Agar benar-benar kasus ini diproses sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku dan tidak pandang bulu, supaya hukum ini tidak dinilai tajam ke bawah tumpul ke atas,” tandasnya.

Sementara itu Haris Ketua Ormas PP Kabupaten Probolinggo ketika dihubungi awak media via telpon Whats Apps terkait pelaporan itu mengatakan belum bisa berkomentar. “Karena di situ sudah mencatut nama organisasi PP jadi kita akan melakukan rapat internal dulu. Nanti akan kita kabari,” singkatnya.

Kabar terkini, merasa namanya dicemarkan dan difitnah Ketua Ormas PP Kabupaten Probolinggo melaporkan BH dan RFB ke Polres Probolinggo. Ini sebagai tindak lanjut atas pelaporan LSM GUSUR dan LSM PERMASA ke Polres Probolinggo atas pengaduan para sopir dump truk yang merasa dirugikan dan diperas diduga dilakukan oleh oknum Ketua Ormas PP Kabupaten Probolinggo pada tanggal 9 Februari 2022.

Ormas PP melalui Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila (BPPH-PP) mengambil sikap bahwa sebagai warga negara yang baik, kami akan tetap menghormati hak-hak setiap warga negara yang dalam hal ini adalah menghormati proses hukum karena dalam proses pidana terdapat azas praduga tak bersalah.

“Dan tentunya kami akan membeberkan fakta-fakta yang ada, ketika pihak kepolisian memanggil kami terkait pengaduan dari LSM PERMASA. Karena kenapa? Karena apa yang telah disampaikan adalah tidak benar atau tidak sesuai fakta dan tidak mempunyai dasar hukum yang jelas,” tegas Ketua BPPH-PP.

BPPH-PP juga akan melaporkan saudara BH dan RFB ke Polres Probolinggo atas fitnah dan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam KUHP dan UU ITE. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button