HeadlineHukum dan Peristiwa

Ketua Panitia Pengajian Dianiaya, LBH BIN: Sebaiknya Polisi Pakai Pasal 351

JEMBER, TI – Seperti dikabarkan sebelumnya, salah satu warga Desa Sumberwaru Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember atas nama Ali Wafi yang diduga menjadi korban penganiayaan dengan hasil visum yang merujuk pada tindak pidana ringan.

Awal kejadian penganiayaan tersebut terjadi ketika ada acara pengajian yang ketua panitia acara tersebut tak lain adalah korban. Menurut korban penganiayaan tersebut dipicu masalah sakit hati karena ditegur ketika parkir sembarangan di tempat pengajian.

“Awalnya sebelum terjadi penganiayaan ketika saya menjadi ketua panitia di acara pengajian hari Minggu jam delapan pagi saya menegur terlapor ini agar tidak parkir sembarangan dan memarkir sepedanya ke tempat yang sudah disediakan panitia. Bahkan saya sempat melerai karena hampir terjadi keributan dengan salah satu panitia, sempat terlapor ini berbicara kasar dengan nada tinggi akan memukul panitia, hingga akhirnya dibiarkan pulang,” terang Ali Wafi, saat diwawancarai awak media.

Atas kejadian tersebut diduga kuat membuat terlapor menyimpan rasa dendam yang berlarut hingga keesokan harinya dengan mencari korban dan terjadilah penganiayaan di depan konter pulsa milik salah satu warga desa setempat.

“Saya kira masalah ini sudah selesai sampai disitu, ternyata keesokan harinya terlapor ini mencari saya hingga berselang dua hari bertemu, ketika saya di depan konter milik tetangga dan terlapor ini seakan dengan sengaja menyerempet saya dengan motornya. Untuk kedua kalinya saya menegur supaya supaya pelan-pelan dan disitulah pelapor langsung menghunjami saya dengan pukulan keras berturut-turut, yang mengenai leher belakang telinga sebanyak dua kali. Sehingga saya merasakan sakit yang sangat hebat dan takut terjadi apa-apa pada diri saya, akhirnya dibawalah saya ke puskesmas untuk penanganan medis hingga opname selama 12 jam atau satu malam oleh teman saya yang tak lain adalah para saksi atas terjadinya pemukulan tersebut,” tambah Ali Wafi sambil memegang bekas pukulan di lehernya.

Menurut pimpinan lembaga bantuan hukum Hendro Subandrio,SH bahwa penganiayaan yang mengakibatkan korban sampai di opname selama 12 jam menurutnya akan lebih bijak mengarah ke pasal 351.

“Kalau dari rilis berita yang saya baca bahwa korban sampai opname selama 12 jam sesuai dengan apa yang diakui korban kepada awak media dan itu sesuai fakta, maka alangkah lebih bijak kepolisian mengarahkan pada pasal 351, yaitu penganiayaan berat dengan ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan,” terang Ketua Umum LBH BIN ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button