BirokrasiHeadlineTak Berkategori

Jokowi dan Pospera Jatim Optimis Stok Beras Nasional Tercukupi

TRENGGALEK, TI – Dua unit bendungan megah di Jawa Timur diresmikan Presiden RI Joko Widodo, kemarin. Dua bendungan itu, yakni Tugu di Trenggalek, yang mampu mengairi lahan 1.250 hektare atau 12 juta meter kubik, dan Gongseng di Bojonegoro – yang mampu mengairi 6.200 hektare lahan pertanian atau 22 juta meter kubik.

Ketua LBH Pospera Jawa Timur, Indahwan Suci Ning Ati,SH,MH optimistis keberadaan dua bendungan yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo itu dapat semakin mendongkrak produktivitas sektor pertanian dan perikanan Jatim.

Dengan begitu, tingkat kesejahteraan petani Jatim semakin meningkat. Kedua bendungan ini pun, kata Indah, juga dapat dijadikan destinasi wisata sehingga menambah pendapatan warga sekitar.

“Karena ini akan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani, sektor pertanian bergerak, sektor perkebunan terfasilitasi begitupun sektor perikanan. Pun dengan sektor pariwisata karena bisa menjadi destinasi baru,” ungkap Indahwan kepada wartawan.

Sebelumnya, Presiden RI Jokowi dalam meresmikan dua bendungan besar di Jawa Timur itu berharap aktivitas pertanian semakin meningkat.

“Petani semakin produktif, lebih sering menanam dan panen sehingga kita harapkan pendapatannya meningkat,” ujar Jokowi.

Sebagai Aktivis Perempuan Pospera Jatim, Indahwan menjelaskan di Jawa Timur, ada 6 Proyek Strategis Nasional (PSN) dari Pemerintah Pusat. Di antaranya, Bendungan Tukul di Pacitan, Bendungan Tugu dan Bendungan Bagong di Trenggalek, Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Gongseng di Bojonegoro, dan Bendungan Semanthok di Nganjuk.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Presiden melalui Menteri PUPR atas diberikannya lokasi PSN bendungan yang ada di Jatim,” tukasnya

“Insya Allah, bendungan lain dalam waktu dekat bisa segera diresmikan. Ada 2 bendungan yang sudah akan diresmikan yakni Bendungan Semantok Nganjuk dan Bendungan Bagong Trenggalek,” imbuhnya

Indah menambahkan kehadiran bendungan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi bendungan.

“Begitu banyaknya manfaat yang didapat dari adanya bendungan ini. Mudah-mudahan semuanya akan memberikan manfaat yang besar dan meningkatkan kesejahteraan warga disekitaran lokasi,” ungkapnya.

Prosesi peresmian kedua bendungan tersebut ditandai penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.

Informasi yang ada, Bendungan Tugu adalah pengembangan Sub Basin Kali Ngrowo – rangkaian dari Kegiatan Pengembangan Wilayah Kali Brantas memanfaatkan Kali Keser, sumber air potensial di wilayah Trenggalek.

Dengan luas 104 hektare (ha), Bendungan Tugu mampu mengaliri lahan irigasi sebesar 1.250 ha.

Daya tampung 12 juta m3, Bendungan Tugu mampu menyediakan air 12 liter/detik dan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 0,4 megawatt.

Bendungan Tugu diproyeksikan jadi sarana pengendalian banjir 20% atau setara dengan 42,47 M³/detik.

Untuk Bendungan Gongseng, mampu  mengairi lahan (irigasi) sebanyak 6.250 ha. Bendungan yang dibangun dengan tinggi 34 meter tersebut menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik. Selain itu meningkatkan intensitas tanam sebesar 250%.

Tidak hanya sebagai pengendali banjir, yang dapat mereduksi hingga 133,27 m3/detik. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan total sebesar 22juta juta M³ dengan tampungan efektif sebesar 14,75 juta M³.

Presiden Optimis Tanpa Impor Beras

Usai meresmikan bendungan, didampingi Gubernur Jatim, Presiden RI mengunjungi Desa Buluagung, Dusun Kedungsangkal, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

Di lahan seluas 75 Ha tersebut, Presiden RI melakukan penanaman benih padi varietas Inpari 32. Di lokasi lahan ini memanfaatkan saluran irigasi langsung dari Bendungan Tugu.

Sebagai Lumbung Pangan Nasional, bendungan Tugu, jadi faktor penting menjaga hasil panen daerah.

Dari sini, bendungan Tugu sendiri seolah menjadi oase bagi petani, di wilayah alirannya.

Kini, produksi beras di Provinsi Jatim tahun ini mencapai 5,7 juta ton beras. Produksi itu melayani kebutuhan Jatim dan nasional.

Presiden Jokowi mengaku optimis stock beras nasional yang terpantau sangat baik dan tercukupi.

Dia menegaskan hingga akhir tahun ini, Indonesia belum melakukan impor beras sama sekali.

“Kita tahu bahwa tahun ini, kita masih belum pernah impor beras sama sekali. Stock kita pun sangat baik,” tegasnya.

Dengan bendungan ini produktivitas petani akan terdongkrak dan frekwensi panen petani naik.

“Jika tahun ini, panen dua kali padi dan satu kali palawija. Dengan adanya Bendungan Tugu, airnya sudah mengalir ke sawah-sawah disini. Jadi akan bisa panen padi tiga kali, palawija sekali,” jelasnya.

Sesuai angka data BPS 2021, luas panen padi di Trenggalek pada 2021 tembus 22,73 ribu Ha.

Angka itu naik sebanyak 3.102,98 Ha atau 15,81 % dibandingkan 2020 lalu, yang hanya sebesar 19,63 ribu Ha.

Sedangkan untuk produksi padi sendiri pada 2021 diperkirakan sebesar 119,11 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling).

Angka itu juga mengalami peningkatan 10,66 ribu ton atau 9,83 % dibandingkan 2020 yang mencapai 108,44 ribu ton GKG.

Pada bulan November, luas panen padi di Kabupaten Trenggalek 1.763 Ha dengan produktivitas 5,37 ton/Ha dan produksi sebesar 9.466 Ton. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button