HeadlinePendidikan

Jelang PPDB, SMK Prima Jember Bentuk Gugus Tugas Covid-19

JEMBER, IT – Pembelajaran tatap muka yang mulai akan diterapkan oleh pemerintah direspon cepat oleh salah satu sekolah menengah kejuruan di kabupaten Jember, salah satunya SMK PGRI 05 Kencong.

Selain penerapan 5 M, pihak sekolah juga sudah menyiapkan berbagi hal mulai dari sosialisasi dan juga pembentukan Tim Satgas dari guru juga murid sekolah juga disiapkan dan dibentuk.

Untuk melalui beberapa tahapan, sekolah SMK Prima Prima yang beralamat di jalan raya Krakatau mulai Kamis,(27/5/2021) pagi mulai melakukan serangkaian kegiatan salah satunya yaitu memberi ruang untuk jurusan tertentu untuk melakukan Praktikum langsung seperti Jurusan Kejuruan Teknik Bisnis Sepeda Motor,(TBSM) yang sudah MOU sama pihak Yamaha.

Kegiatan pembelajaran beberapa jurusan tertentu selain materi juga harus dilakukan praktek langsung, seperti halnya Teknik Sepeda Motor dan juga Akuntansi Keuangan Lembaga,(AKL), maka dari itu pihak sekolah memberikan ruang praktek langsung selama 2 Jam kepada anak didik, namun untuk kapasitas terbatas 30-50 Persen anak didik yang datang dan harus mematuhi prokes ketat.

“Ya walaupun tidak ada pembelajaran tatap muka saya sebagai siswa SMK apalagi jurusan teknik Bisnis sepeda motor harus mengikuti praktek tatap muka walaupun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker mencuci tangan menjaga jarak, di sekolah kami pun juga tidak terlalu lama kami praktek murni hanya maksimal 2 jam habis itu kami pulang kembali ke rumah, mungkin dengan pengurangan jumlah siswa yang sangat sedikit di ruang praktek ini jadi ilmu yang diberikan oleh bapak pengajar jadi lebih maksimal,” Ungkap Fakih Mubarok Kelas X.

Syaiful Anwar Spd Kepala Sekolah SMK PGRI O5 Kencong, menyikapi PPBD,(Penerimaan Peserta Didik Baru).

“Ini kami awalnya memang bingung ya dengan praktek nggak mungkin kita laksanakan secara daring sehingga kami atau membuat pola untuk praktek sebisa mungkin bisa dilaksanakan untuk semua siswa, karena praktek anak-anak sulit untuk mencapai kompetensi sesuai dengan jurusan masing-masing sehingga kami jadwalkan memang anak 2 jam ke sekolah untuk praktek ini,” Kata Saiful.

Kepala sekolah juga menambahkan,” untuk persiapan sendiri sudah bulan kemarin, persiapan apa yang disiapkan untuk mengantisipasi pembelajaran tatap muka sesuai yang di berikan oleh dinas pendidikan provinsi., Kami mempersiapkan ya peralatan sesuai dengan proses sosialisasi ke anak-anak ke wali murid harus menggunakan masker dan sebagainya itu sudah kita laksanakan sehingga seandainya pada acara kita sudah dapat izin untuk pembelajaran tatap muka dari dinas provinsi dan tugas-tugas kabupaten, selain itu kami juga membentuk tim Gugus Tugas Covid-19 dari pihak guru dan anak didik,” Imbuhnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button