Birokrasi

Jambore Kemanusiaan Ke-2 Se-Jawa Timur Digelar, FPRB Sampang Siap Laksanakan Arahan BNPB Untuk Upayakan Peningkatan Kapasitas SDM Hadapi Fenomena Hidrometeorologi

KOTA BATU | Transindonesia.net – Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Jawa Timur kembali menggelar kegiatan Jambore Kemanusiaan ke-2 dengan melibatkan seluruh Forum PRB Kabupaten/Kota se-Jawa Timur melalui perwakilan delegasinya disetiap daerah.

Pelaksana Kegiatan Jambore Kemanusiaan ke-2 kali ini adalah Forum PRB Kota Batu dengan mengambil tempat di Wanawisata Cuban Putri, Kota Batu Jawa Timur, Jum’at-Minggu (18-20/8/2023).

Suasana kegiatan nampak lebih meriah. Pasalnya, selain peserta lebih banyak, juga bertepatan dengan momentum peringatan “Humanitarian’s Day” yang dikemas dengan Apel Siaga, dan sekaligus sebagai awal dibukanya secara resmi kegiatan Jambore Kemanusiaan ke-2 oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jawa Timur.

Menurut pantauan Media Transindonesia.net langsung dilokasi, kegiatan Jambore Kemanusiaan ke-2 ini turut juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Direktur Kesiapsiagaan BNPB RI, (Pj) Wali Kota Batu, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jajaran Forkopimda beserta Sekda Kota Batu, Kalaksa BPBD se-Jawa Timur serta ratusan Relawan dan Forum PRB Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Selanjutnya, dalam pemaparan materi di sesi Talkshow, Deputi Pencegahan BNPB RI Prasinta Dewi meminta pada semua pihak untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam berbagai situasi, dimana Indonesia saat ini berada di potensi kebencanaan akibat hidrometeorologi basah dan kering.

Dimana saat fenomena hidrometeorologi basah, harus mewaspadai cuaca yang sangat ektrim seperti bencana banjir, sedangkan saat fenomena hidrometeorogi kering, maka harus diwaspadai pula adanya bencana kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Intinya tidak hanya kesiapan dari peralatan ataupun logistik, tapi juga harus di titik beratkan untuk lebih siap dari sisi SDM-nya,” pesan Prasinta Dewi dalam paparan materinya.

Oleh karena itu, lanjut Prasinta Dewi, pihaknya meminta Forum PRB di Jawa Timur agar kapasistas SDM-nya terus ditingkatkan supaya nantinya menjadi tenaga profesional yang titik tekannya lebih berorientasi pada pencegahan dan kesiapsiagaan dalam isu kebencanaan.

“Kepada Forum PRB dan para relawan, tetap selalu berpedoman humanitarian ini untuk kemanusiaan dengan lebih meningkatkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan, melalui pola edukasi yang mudah dipahami, perluasan dalam penyebaran informasi serta menyiapkan SDM dan peralatan sebagai bagian dari upaya mitigasi yang dilakukan, sehingga apabila bencana terjadi, semua sudah siap,” harapnya.

Sementara itu, Sekjend Forum PRB Jawa Timur Catur Sudarmanto menuturkan bahwa diadakannya kegiatan Jambore Kemanusiaan ke-2 Forum PRB se-Jatim tersebut justru dalam rangka untuk menampung dan mengakomodir semua permasalahan di masing-masing daerah sebagai bentuk upaya peningkatan kapasitas SDM yang diawali dengan berdiskusi secara partisipatif dan perencanaan secara sistematis.

“Dengan berkumpulnya kita, segala permasalahan dan tantangan yang dihadapi itu bisa tersampaikan dan bisa dicarikan solusi bersama, tentunya dengan implementasi melalui aksi yang nyata terhadap masyarakat kedepannya, seperti apa yang dipesankan BNPB kepada kita semua,” ungkap Mbah Darmo, sapaan akrab Sekjend Forum PRB Jatim ini menerangkan.

Di kesempatan yang lain, menanggapi kondisi tersebut, Ketua Forum PRB Sampang, Moh. Hasan Jailani mengungkapkan bahwa urusan isu kebencanaan dan perubahan iklim merupakan urusan semua pihak, baik pihak pemerintah, masyarakat dan swasta, dan bukan hanya urusan pemerintah saja. Semua harus terlibat, secara teknis maupun non teknis sebagai satu kesatuan yang sinergis dalam pola perencanaan dan edukasi masyarakat terkait sosialisasi mitigasi bencana.

“Intinya pihak kami selalu siap, tinggal bagaimana cara menumbuhkan semangat kebersamaan di level bawah, baik level Kabupaten, Kecamatan dan khususnya level desa yang paling bersentuhan langsung dengan masyarakat, dirasa sangat penting adanya dorongan dari level yang diatas, karena kami lihat di level nasional memang taktis dan cepat. Sehingga inisiatif para stakeholder memang harus didorong dan direspon cepat dari level di atasnya,” ungkap Mamak, sapaan akrab Ketua Forum PRB Sampang saat berdiskusi santai dilokasi kegiatan bersama Media Transindonesia.net di hari terakhir pelaksanaan Jambore.

Masih menurut Mamak, pihaknya melihat sejauh ini di sisi penganggaran, logistik dan SDM yang mumpuni masih berada dalam domain pemerintah. Hal ini justru penting adanya suatu sinergitas dengan relawan sebagai mitra strategis di bawah dalam menginisiasi upaya peningkatan SDM dan mitigasi kebencanaan.

Semua ini tentunya perlu komitmen bersama, khususnya pemerintah melalui inisiasi berupa kebijakan regulasi dan kebijakan anggaran, karena dua hal ini jika sudah bisa dilakukan, maka secara nyata pula ada keberpihakan pemerintah dalam upaya melindungi warganya dari ancaman bencana. (Yan’S)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button