BirokrasiHeadline

Info Penyekatan di Tiap Pertigaan di Jember Hoax

JEMBER, TI – Belakangan banyak beredar pesan berantai (broadcast) di berbagai WAG (Whatsapp Group) yang menginformasikan adanya 19 titik penyekatan pemudik di wilayah Kabupaten Jember yang berlaku mulai 6 Mei hingga 24 Mei 2021.

Banyak kalangan yang menilai jika informasi tersebut benar adanya, sehingga beberapa warga merasa khawatir jika penyekatan tersebut benar-benar diberlakukan di Jember.

Ke 19 titik penyekatan yang beredar di WAG, diantaranya di Pertigaan Jombang Kencong, Perempatan Gumukmas, Pertigaan Puger, Pertugaan Balung, Pertigaan Glundengan, Pertigaan Wuluhan, Perempatan Ambulu, Pertigaan Jenggawah, Perempatan Mangli, Pertigaan Rambupuji, Semua Perempatan di Jember Kota, Pertigaan Terminal Pakusari, Pertigaan Arah Panti, Perempatan Arjasa Sukowono, Pertigaan Mayang, Perempatan Umbulsari, Perempatan Arah Silo, Pertigaan Sukowono dan Perempatan Sumberbaru.

Menyikapi hal tersebut, Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama jajaran Satlantas Polres Jember, buka suara di hadapan sejumlah wartawan pada acara ngobrol bareng Perserikatan Wartawan Jember (PWJ) Asyiik pada Rabu (5/5/2021) malam.

“Info itu tidak benar, penyekatan hanya dilakukan di perbatasan Jember dengan Lumajang, sedangkan Jember Bondowoso dan Jember Banyuwangi, tidak ada penyekatan karena masih dalam 1 rayon, namun pihak Polres Jember mendirikan pos untuk check point saja dan pengamanan lebaran,” ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Iptu Heru Siswanto SH.

Heru juga menyatakan, bahwa pihak Polres Jember dalam menghadapi lebaran kedua di masa pandemi covid-19 ini, akan mendirikan 3 pos pam pengamanan di pusat keramaian dan titik tempat wisata.

“Pos pengamanan ada di Depan Roxy Square, Alun-alun Jember dan di Watu Ulo, selain untuk pengamanan, juga untuk memantau aktivitas warga sebelum dan sesudah lebaran, termasuk untuk memantau kerumunan warga agar tetap mematuhi prokes dan menerapkan 5 M,” beber Heru.

Sementara Plt. Kepala BPBD Jember M. Mujamil, dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa BPBD Jember dalam hal ini Satgas Covid-19, akan terus melakukan patroli mobile bersama dengan jajaran TNI dan Kepolisian dalam mencegah adpenyebaran virus covid-19 di Kabupaten Jember.

Meski secara keseluruhan Kabupaten Jember bisa dikategorikan sebagai zona hijau, namun protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencucui Tangan, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Aktivitas)  agar tetap dijalankan oleh masyarakat Jember, terutama dalam menghadapi lebaran Idul Fitri tahun ini.

Mujamil berharap, agar masyarakat Jember khususnya, bisa belajar dari kasus di India, dimana lonjakan suspect covid-19 yang disebut sebagai ‘Tsunami Corona’ terjadi pasca adanya perayaan upacara keagamaan.

“Jangan sampai kelengahan warga dalam menerapkan protokol Covid-19 selama Idul Fitri menjadi penyebab lonjakan suspect covid seperti di India, meski secara garis besar Jember bisa dikatakan sudah berada di zona hijau, tapi pandemi masih belum berakhir, masyarakat harus menerapkan 5 M di kehidupan baru ini (new normal),” pungkas Mujamil. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button