HeadlineKriminal

Hendak Beli Detergent, Siswi SMP Jadi Korban Perkosaan

JEMBER, TI – Tindakan asusila terjadi di Kecamatan Kalisat Jember, kali ini korbannya N (14) salah satu siswi SMP di Kecamatan Kalisat menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh H (22) yang tidak lain masih tetangga korban, peristiwa memalukan ini terjadi pada 30 April 2021 lalu saat korban bersama adiknya disuruh beli sabun detergent di warung yang ada di desanya.

Saat berangkat membeli sabun deterjen itulah, H tiba-tiba mendekati keduanya dengan menaiki sepeda motor, kemudian H mengajak korban, namun korban menolak. “H mengajak N untuk dibonceng, tapi ditolak, kemudian H mengancam akan mengerjai adiknya, takut adiknya diapa-apakan korban akhirnya mau diajak pelaku,” ujar Hendro Subandrio dari LBH Barisan Independen Nusantara (BIN) Jember.

Saat korban diajak pelaku, kemudian oleh pelaku korban dibawa ke kebun kates yang tidak jauh dari rumah korban, disitulah korban di rudapaksa oleh pelaku. Usai melampiaskan nafsunya, korban mengantar pelaku pulang.

“Setiba dirumah, korban langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, terlebih di bajunya ada bercak darah, saat membersihkan baju itulah orang tua korban melihatnya dan menanyakan apa yang sudah terjadi, namun korban tidak menjawab, hanya menangis,” ujar Hendro.

Namun adik korban cerita ke orang tuanya, jika kakanya baru saja di bawa oleh pelaku. Mendengar pernyataan anaknya, orang tua korban pun terus menginterogasi dan korban mengaku jika sudah diperkosa oleh H.

Mendengar pengakuan anaknya, orang tua korban pun mencari keberadaan H, namun saat bertemu H, bukannya H merasa bersalah dan minta maaf, H justru menendang orang tua N hingga tersungkur.

“Jadi orang tua korban saat ketemu dengan pelaku, dan menanyakan apa yang sudah dilakukan kepada anaknya, pelaku bukannya minta maaf, tapi malah menendang orang tua korban hingga tersungkur,” ujar Hendro.

Atas kejadian ini, Hendro mengatakan, bahwa pihaknya akan mendampingi keluarga korban dan korban untuk melakukan pelaporan ke Mapolres Jember, terlebih dalam kasus ini, tidak hanya asusila tapi juga penganiayaan.

“Kami akan mendampingi korban untuk melakukan pelaporan atas apa yang sudah dilakukan oleh pelaku, ada dua laporan dari kasus ini, dan lembaga kami akan terus mengawal, sampai pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” pungkas Hendro (rul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button