HeadlineHukum dan Peristiwa

Hanya Butuh Waktu 10 Hari, Polres Jember Gulung 34 Tersangka Pengedar Okerbaya dan Narkotika

JEMBER, TI – Keberhasilan Polres Jember dalam memberantas penyakit masyarakat dengan sandi Operasi Pekat, yang dilakukan selama 10 hari terakhir atau mulai 23 Mei hingga 3 Juni 2022 patut diacungi Jempol, bagaimana tidak, dalam operasi tersebut Polres Jember berhasil mengamankan 34 tersangka terdiri dari 1 wanita dan 33 pria, mereka terjaring sebagai pengedar Okerbaya dan Narkotika Jenis sabu-sabu.

Untuk Kasus Narkotika jenis sabu-sabu sendiri, polisi mendapatkan barang bukti dari 2 tersangka, yakni RA (27) warga Perumahan Taman Gading Tegal Besar Kaliwates dan AM (56) warga asal Kelurahan Jember Lor Kreongan Patrang, dari 2 tersangka yang masih satu jaringan ini polisi berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu mencapai 1,3 kg.

“9 Tersangka merupakan hasil ungkap jajaran Satrekoba Polres Jember, sisanya adalah hasil ungkap polsek jajaran Polres Jember, hasil ungkap ini merupakan dari operasi pekat yang kami gelar sejak 23 Mei sampai 6 Juni,” ujar Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH saat menggelar pres conference dengan didampingi Kasatreskoba AKP. Sugeng Irianto pada Selasa (7/6/2022).

Sedangkan dari 2 tersangka pengedar sabu, yakni RA dan AM, dimana jumlah barang bukti yang cukup besar, pihaknya melakukan koordinasi dengan Ditreskoba Polda Jatim, dengan harapan, pengedar atau penyuplai diatasnya bisa terungkap.

Satu-satunya wanita yang berhasil diamankan dalam operasi pekat

“Untuk tersangka narkotika jenis sabu, karena jumlahnya cukup banyak, lebih dari 1 kilo, kami koordinasikan dengan Ditreskoba Polda Jatim, dengan harapan pengedar atau pelaku di tingkat atasnya bisa diungkap,” ujar Kapolres melalui Kasatreskoba.

Sedangkan selain sabu-sabu, operasi pekat juga berhasil mengamankan ribuan butir pil koplo dari beberapa tersangka lainnya, dimana dari para tersangka yang berhasil diamankan, tidak semuanya warga Jember, akan tetapi juga ada yang dari luar kota, diantaranya dari Pasuruan dan Cirebon.

“Untuk Pelaku sabu-sabu kami jerat dengan pasal 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dimana ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara atau denda 10 Milyar, sedangkan untuk tersangka pengedar Okerbaya atau Pil Koplo kami jerat dengan pasal 196 subpasal 197 undang-undang nomor 35 tentang kesehatan, dimana ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kasatreskoba. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button