BirokrasiHeadline

Gubernur Khofifah Bertemu Dubes Inggris, Ini Komentar Dosen Unmuh Jember

SURABAYA, TI – Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Mr Owen Jenkins memuji kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa karena berhasil mengatasi pandemi Covid-19 di provinsi terluas di pulau Jawa tersebut.

Pujian ini diutarakan Owen saat menemui Khofifah di Gedung Negara Grahadi dalam lawatannya ke Kota Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Owen juga mengapresiasi kerja keras Khofifah dalam mengerem angka penularan dan kematian akibat Covid-19.

“Kepemimpinan Bu Gubernur dalam mengatasi Covid-19 di Jawa Timur sangat luar biasa. Dari status risiko tinggi menuju risiko rendah dalam waktu singkat,” kata Owen.

Owen juga menyampaikan keinginannya memperkuat kerjasama antara Inggris dan Jawa Timur dalam berbagai bidang, yakni transportasi, ekonomi kreatif, dan energi baru terbarukan.

“Kami siap mendukung rencana Bu Gubernur untuk mewujudkan konektivitas Jawa Timur melalui pembangunan sarana perkeretaapian dan kawasan ekonomi kreatif khusus di Malang,” imbuhnya.

Mendengar itu, Gubernur Khofifah menyampaikan terimakasih kepada Duta Besar Inggris.
Menurutnya, melandainya situasi Covid-19 di Jawa Timur merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan, TNI/Polri, Ormas, tokoh agama, dan masyarakat umum.

“Tanpa kerjasama dan kerja keras semua, saya yakin angka Covid di Jatim tidak akan secepat ini bisa melandai,” tutur Khofifah.

Terkait potensi kerjasama dibidang energi baru terbarukan, Khofifah mengaku ingin meningkatkan rasio elektrifikasi di Jawa Timur.

Melimpahnya cahaya matahari di Indonesia membuat panel surya menjadi solusi terbaik guna mendongkrak rasio elektrifikasi di wilayah kepulauan Jawa Timur.

“Di wilayah-wilayah terpencil kepulauan jika harus “narik kabel” bawah laut atau pemasangan jalur tentu sangat mahal. Pun begitu dengan genset karena memerlukan bahan bakar. Karenanya yang paling solutif adalah penggunaan panel surya,” imbuhnya,

Jika elektrifikasi ini menggunakan panel surya ini terwujud, Khofifah optimistis kesejahteraan masyarakat Jatim di Wilayah Kepulauan juga akan ikut terdongkrak.

Sesuai data BPS Jatim, sejak 2017-2021 neraca perdagangan Jawa Timur dengan Inggris surplus bagi Jawa Timur setiap tahunnya. Khususnya untuk periode Januari-Agustus 2020 senilai US $ 145,04 juta.

“Nilai ekspor Jawa Timur ke Inggris mencapai US $ 229,52 juta dan nilai impor Jawa Timur dari Inggris sebesar US $ 84,48 juta,” jelasnya.

Komoditi penyumbang ekspor non migas Jawa Timur ke Inggris antara lain kayu, barang dari kayu, kendaraan dan bagiannya, daging dan ikan olahan, mesin/peralatan listrik, alas kaki, perabot, penerangan rumah, bahan kimia organik, perangkat musik, kertas/karton, kopi, teh dan rempah-rempah.

Sementara untuk impor Jawa Timur dari Inggris diantaranya bubur kayu/pulp, besi dan baja, mesin-mesin/pesawat mekanik, plastik dan barang dari plastik, kertas/karton; bahan kimia organik, sari bahan samak dan celup, berbagai produk kimia, minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian, garam, belerang dan kapur.

Selanjutnya, dari sisi investasi Inggris di Jawa Timur, pada periode Tahun 2010 sampai dengan September Tahun 2021, tercatat sebanyak 23 bidang usaha di 8 Kabupaten dan Kota dengan nilai investasi mencapai US$ 142,38 juta.

Bidang usaha terbesar yang dikembangkan yaitu sektor industri makanan, industri kayu, industri karet dan plastik, dan industri lainnya, listrik/gas dan air, perdagangan dan reparasi, perumahan/kawasan industri dan perkantoran dan jasa lainnya.

Sementara itu, turut hadir mendampingi Dubes Owen, Emma Palios Deputy Head of Second Cities Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Ivy Kamadjaja Konsul Kehormatan Inggris di Surabaya, dan Oliver Richards Country Director UK Department for International Trade.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah dan Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Mr. Owen Jenkins turut menyaksikan dua penandatanganan Mutual of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman.

Diantaranya, pertama, MoU antara Shire Oak dan Jatim Grha Utama (JGU), kesepakatan terkait pemasangan panel surya (solar panel) di tiga properti JGU.

Kedua, penandatanganan MoU antara Liverpool John Moore University (LJMU) dengan ITS terkait kesepakatan pengembangan techno science park ITS. LJMU telah sepakat untuk memberikan serangkaian peningkatan kapasitas bagi dosen ITS dan transfer teknologi.

Dari Jember, Wakil Rektor III sekaligus Dosen Prodi Agribisnis Faperta University Muhammadiyah, Dr (Cand) Syamsul Hadi Kusuma,SP,MP, mengatakan bahwa energi terbarukan akan berdampak besar terhadap lingkungan hidup. “Semua pihak harus mendorong dan mensupport sehingga dapat mewujudkan atau menciptakan energi yang ramah lingkungan,” tegasnya.

Dosen enerjik berkumis tipis ini mengaku kurang setuju dengan rencana pengembangan kereta api Jawa Timur. “Jangan over lapping dengan kereta api cepat Jakarta-Bandung,” imbuh Syamsul.

Gubernur Khofifah, katanya, harus bisa mensinergikan ide pengembangan perkereta apian di Jatim dengan yang di Jabar. “Jangan hanya Jakarta-Bandung, langsung saja tembuskan Jakarta-Surabaya-Malang misalnya, tentu akan lebih bermanfaat,” tandas kandidat doktor ini. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button