HeadlineHukum dan Peristiwa

Gaya Hidup Sederhana, Wakil Ketua KPK Disebut ‘Mr.Clean’ Oleh Dewan Pakar LIRA Jatim

PROBOLINGGO, TI – Beberapa hari terakhir ramai perbincangan mengenai kenaikan harta kekayaan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Sebagaimana diumumkan LHKPN dari laman https://elhkpn.kpk.go.id kekayaannya yang semula berkisar Rp9.230.857.661 pada 2019 kemudian naik pada 2020 menjadi Rp13.489.250.570. Tercatat mengalami kenaikan sekitar Rp4,25 miliar.

Isu ini kemudian menjadi headline dalam beberapa media masa. Publik beramai-ramai mempertanyakan keperibadian Nurul Ghufron yg dikenal sederhana dan bersahaja dalam keseharian itu.

Salah satunya isu ini ditanggapi oleh ketua Forum Aktivis Pengawal Demokrasi (FAPD). “Pendapat saya jika terkait harta sepanjang dituliskan dalam LHKPN artinya sudah ada niat baik untuk transparansi, dengan ditulis disana artinya mempersilahkan publik untuk melakukan kontrol,” ujar Nailil Hufron, Ketua FAPD.

Bagi Nailil, harta yang dilaporkan di LHKPN tentunya harta yang siap dan bisa dipertanggung jawabkan. “Ada niat baik di situ.” Jika tidak ada niat baik, katanya, justru akan terjadi sebaliknya. Harta tidak akan ditulis di LHKPN, apalagi Nurul Ghufron ini telah lama dikenal sebagai Mister Clean di kalangan akademisi nasional. Hal itu, dapat dilihat, kata Nailil, tempat tinggal Wakil Ketua KPK itu hanya rumah kontrak sederhana tanpa fasilitas mewah sedikitpun.

FAPD juga memperkirakan ada upaya untuk menggerus citra baik pria yang dijuluki NG. Pasalnya sejak menjabat menjadi Wakil Ketua KPK, bagi Nailil, dikenal sebagai salah satu komisioner yang paling getol mengawal kasus-kasus besar skandal korupsi

“Ya menjadi aneh saja padahal bapak Nurul Ghufron ini menjadi lokomotif pemberantasan korupsi di garda terdepan sejak transisi kepemimpinan KPK pada 2019 lalu. Ia selalu pasang badan melindungi penyidik dari tekanan kelompok luar yang mencoba mengintimdasi intitusi KPK,” katanya.

Terbukti kasus-kasus megaskandal, lanjutnya, masih tetap dibongkar dalam periode 2019-2023. “Kok malah orang seperti mas Febridiansyah mantan jubir KPK, kawan-kawan ICW, Rocky Gerung, serta teman-teman NGO lainnya seolah kompak menyerang Individu,” ujarnya aneh.

Harusnya sebagai kalangan Civil Society, Nailil melanjutkan, yang konsern pada isu demokrasi dan anti korupsi bersyukur masih ada sosok berani, bersih dan sederhana. Ia mengklaim sifat-sifat itu ada di sosok Nurul Ghufron, meski ramainya pejabat yang tampil parlente dan menampakkan elitisme.

Sementara itu Syarful Anam, Pembina LIRA Probolinggo sekaligus Dewan Pakar LIRA Jawa Timur mengungkapkan bahwa Nurul Ghufron adalah Komisioner KPK yang punya integritas tinggi.

“Beliau adalah komisioner yang pertama kali memberikan statement kebenaran operasi tangkap tangan mega skandal dinasti politik Probolinggo,” katanya.

Syarful mengaku mengenal sosok Nurul Ghufron sebagai pribadi yang bersahaja.

“Semestinya kita sebagai aktivis harus menghargai kejujuran Mas Nurul Ghufron dalam mengisi LHKPN. Jaman sekarang masih banyak pejabat yang tidak jujur mengisi laporan semacam itu,” ketusnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button