Pendidikan

Forum BEM Jember Gelar Mimbar Demokrasi: Kita Kawal Pesta Demokrasi Tanpa Provokasi

JEMBER – Jelang tahun politik 2024 segala bentuk intrik dan gerakan demokrasi mulai bermunculan dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah barisan mahasiswa sebagai kelas terpelajar. Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember juga ikut andil mengawal pesta demokrasi yang beradab.

BEM Jember ini berhasil menggelar deklarasi pemilu damai yang berlangsung di Univerasitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember pada hari Rabu, 20 Desember 2023. Deklarasi ini diikuti ribuan mahasiswa aktif dari berbagai kampus terkait.

Achmad Ainun Aulia (Presiden BEM UIN KHAS Jember) menyampaikan bahwa maksud deklarasi ini digelar tidak lain adalah eksistensi mahasiswa yang masih patut untuk dipertahankan. Tentunya sebagai kelas terpelajar wajib senantiasa tampil lebih beradab di hadapan publik, utamnya dalam menepis segala upaya-upaya provokasi yang sedang didengungkan beberapa pihak berkepentingan dalam pergulatan demokrasi.

“Idealitas mahasiswa harus tetap ada untuk mengawal pesta demokrasi yang sudah mulai berlangsung, setiap usaha-usaha provokasi yang justru memecah-belah wajib dihilangkan,” kutipan orasi Aulia yang mengiri berlangsungnya deklarasi.

Senada dengan itu, Muhammad Rizal aktivis mahasiswa sekaligus koordinator deklarasi ini juga mengutarakan pendapatnya; bahwa demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa saja mati, jika eksistentinya tidak lagi menjadi alat untuk mencapai kesejahteraan bersama, melainkan sebagai ladang basah bagi para oligarki dan mafia kekuasaan. Maka dari itu, peranan mahasiwa sebagai kelompok intelektual dibutuhkan untuk ikut serta mengawal prosesnya sampai akhir.

“Moralitas dalam kontestasi politik juga harus benar-benar dijaga. Maka penting peranan mahasiswa sebagai intelektual akademis untuk mengawal kesucian demokrasi dalam masyarakat. Mahasiswa harus menjadi ujung tombak masyarakat untuk menghidupkan eksistensi dalam kehidupan berbangsa ini, agar eksistensi demokrasi tidak mati,” ungkap Rizal aktivis mahasiswa itu.

Deklarasi ini juga diirngi penandatangan bersama pakta integritas, yang berisikan komitmen untuk mengawal demokrasi tanpa provokasi. Ribuan mahasiswa yang hadir pun ikut menandatanganinya, serta menjalin komitmen bersama untuk terus pasang badan dan pasang otak jika ada upaya-upaya demoralisasi demokrasi lainnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button