Kriminal

Direksi dan Owner Bahana Mangkir Panggilan Penyidik Polda Jatim

SURABAYA – Direksi dan Pemilik PT Bahana Line dan Bahana Ocean Line, perusahaan afiliasi pemasok bahan bakar minyak (BBM), ke kapal Meratus Line kembali mangkir panggilan penyidik Polda Jatim, Kamis (29/9/2022).

Penyidik dalam perkara dugaan penggelapan dan penipuan BBM ke kapal Meratus dengan 17 tersangka ini, berusaha memenuhi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni mengharuskan pemeriksaan Direksi PT Bahana Line (BL) dan PT Bahana Ocean Line (BOL), dan terkait kapal tongkang pemasok.

Informasi yang digali, pemeriksaan yang dilakukan di gedung Jatanras Kriminal Umum Polda pada Rabu (28/9/2022). Yang diperiksa adalah Direktur Keuangan ST dan Direktur AAH.

Wartawan sempat terkecoh karena pemeriksaan tidak dilakukan di gedung Reskrimum. Sekira pukul 13.00 WIB, direktur keuangan ST dan direktur AAH, melewati lorong samping gedung Jatanras Polda.

Sayangnya, baik Syaiful Maarif kuasa hukum PT BOL dan BL, bungkam. Gerakan bungkam juga dilakukan oleh penyidik unit III Jatanras dan Direskrimum Polda Kombes Pol Totok Suharyanto.

Saat dikonfirmasi untuk pemeriksaan kemarin dan hari ini tidak menjawab dan tidak merespon. Setelah AAH dan ST, giliran hari ini Kamis, FS, HS, dan RT diperiksa penyidik penyidik Polda Jatim pagi dan siang.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, saat dikonfirmasi wartawan hanya memberi jawaban normatif.

“Nanti dicek ke penyidik. Kalau sudah kita info,” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jatim menangani perkara dugaan penggelapan pasokan ribuan ton BBM jenis solar dari PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line untuk kapal-kapal milik perusahaan logistik laut PT Meratus Line.

Praktik penggelapan yang diduga juga melibatkan pegawai PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line maupun PT Meratus Line sendiri itu telah berlangsung lebih dari 5 tahun.

Pada Juni lalu, 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 5 karyawan PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line, 10 karyawan PT Meratus Line, dan 2 orang pegawai outsourcing.

Pada 24 Agustus lalu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengembalikan berkas perkara polisi, sesuai petunjuk (P-19).

Salah satu petunjuknya adalah meminta penyidik Polda Jatim memeriksa FS selaku pemilik PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line serta jajaran direksi kedua perusahaan yaitu RT, HS, ST, dan AAH.

Dalam keterangan sebelumnya, Kepala Corporate Legal PT Meratus Line Donny Wibisono membenarkan manajemen PT Meratus Line melaporkan EDS atas dugaan penipuan dan penggelapan pasokan solar untuk kapal-kapal PT Meratus.

ES, adalah pegawai outsourcing yang bertugas sebagai sopir pikap pengangkut alat ukur volume BBM yang digunakan saat tongkang milik perusahaan pemasok BBM mengisi kapal PT Meratus Line.

Pelaporan itu sendiri berawal dari satu rangkaian panjang audit internal sebagai respon atas munculnya dugaan penipuan dan penggelapan BBM.

Laporan dilakukan pada September 2021 dan diikuti audit internal selama beberapa bulan sampai awal 2022.

“Dari bukti dan data yang kami kumpulkan, tindakan curang ini telah merugikan kami dalam jumlah yang sangat besar,” ujar Donny.

Kerugian itu, kata dia, terjadi lantaran PT Meratus Line harus membayar tagihan ke pemasok, namun faktanya volume solar yang diisi ke taangki kapal PT Meratus Line kurang.

“Misalnya kami pesan 100 kilo ton. Ternyata yang diisikan ke kapal kami hanya 80 kilo ton. Ilustrasinya seperti itu. Itu berlangsung lebih dari 5 tahun lalu,” ujarnya.

Apakah ada indikasi pemasok mengetahui praktik penggelapan yang dilakukan oleh 17 tersangka ini? Donny tidak bersedia menjawab.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button