HeadlineHukum dan Peristiwa

Diduga Tidak Berijin dan Cemari Sungai, LBH BIN Soroti Pabrik Daur Ulang di Kranjingan

JEMBER, TI – Keberadaan pabrik daur ulang plastik yang berada di Kelurahan Kranjingan Sumbersari Jember, dikeluhkan oleh warga sekitar, selain keberadaanya diduga tidak berijin, limbah yang ditimbulkan dari pabrik daur ulang tersebut juga dinilai mencemari sungai di sekitarnya. Akibatnya, warga mengadukan temuan ini ke LBH BIN (Barisan Independen Nusantara).

Tim investigasi dari LBH BIN yang dipimpin Ryo H yang langsung turun ke lokasi untuk mengecek pengaduan warga, dan mendapatkan adanya pencemaran terhadap limbah yang ditimbulkan oleh pabrik daur ulang plastrik tersebut.

Kepada wartawan, Ryo mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan somasi kepada pabrik tersebut, dan meminta kepada pemerintah setempat untuk menutup sementara ijin operasionalnya, selain mencemari lingkungan keberadaan pabrik tersebut juga tidak memberi manfaat kepada warga sekitarnya.

“Memang tadi kami lihat, ada banyak limbah yang ditimbulkan dari pabrik daur ulang ini yang dibuang ke sungai, selain itu, keberadaan pabrik ini juga diduga tidak ada ijinnya, hal ini sesuai dengan pengakuan warga,” ujar Ryo.

Usai menemukan fakta tentang adanya pabrik daur ulang plastik ini, pada Jumat (4/6/2021), Ryo bersama tim langsung menemui Plt. Lurah Kranjingan Daniel S yang kebetulan berada di salah satu rumah warga di Rw. 18 Kelurahan Kranjingan, untuk mengadukan persoalan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Kranjingan Daniel S, mengatakan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali mendapat laporan dari warga di sekitar pabrik terkait adanya aktivitas pabrik yang dirasa mengganggu lingkungan warga.

Pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan mediasi antara warga dengan pemilik pabrik, dan pihak pabrik berjanji akan segera mengurus ijin operasionalnya.

“Memang beberapa kali kami mendapatkan pengaduan dari warga, dan sudah kami lakukan mediasi antara warga dengan pemilik pabrik, dimana pemilik pabrik berjanji akan mengurus ijin operasionalnya, namun sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda,” ujar Daniel.

Daniel juga tidak menampik, jika dari beberapa karyawan yang ada di Pabrik daur ulang ini bukan warga sekitar, tapi warga dari daerah lain, sehingga keberadaan pabrik dinilai juga tidak memberi manfaat kepada warga sekitar.

“Memang karyawan di pabrik tersebut banyak dari luar Kranjingan dan bukan warga sini, dan saya sudah mengatakan kepada warga untuk mengadukan keberadaan ini secara resmi ke Dinas terkait, dan kami dari Kelurahan siap mendampingi warga.” Pungkas Daniel. (rul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button