HeadlineHukum dan PeristiwaTak Berkategori

Dahlan dan Rosyid, Duet Pesilat PSHT yang Memimpin Lembaga Bantuan Hukum

JEMBER, TI – Pendidikan pencak silat di PSHT memiliki inti unsur pembelaan diri untuk mempertahankan kehormatan, keselamatan, kebahagiaan, dan kebenaran. Materi yang diajarkan terbagi untuk 3 kelompok, yaitu kelompok pencak silat ajaran (pemula) yang terdiri dari, senam massal, senam dasar, jurus, senam dan jurus toya, jurus belati, kuncian (kripen), dan silat seni untuk tunggal, ganda, dan beregu.

“Kelompok kedua adalah kelompok pencak silat prestasi untuk mengikuti kejuaraan atau ajang olahraga yang melibatkan pencak silat dengan materi tanding serta dan silat seni baik tunggal, ganda, maupun beregu. Dan yang terakhir adalah kelompok Pencak Silat Bela Diri Praktis yang diberi materi bela diri profesional, pertunjukan dan keterampilan khusus,” kata Achmad Dahlan, pelatih PSHT di Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember.

Selain itu PSHT juga mengajarkan beberapa ajaran seperti Ajaran Setia Hati, di mana warga akan belajar mengenai upaya mendekatkan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan alam semesta. Ajaran Setia Hati mengharuskan warganya mampu memahami dirinya sendiri dan hati nuraninya, bahwa manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan (dibunuh) tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya sendiri dan tidak ada kekuatan apa pun di atas manusia yang bisa mengalahkan manusia kecuali kecuali kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.

“Ajaran selanjutnya adalah Ajaran dan Gerakan Budi Luhur di mana warga PSHT harus ikut berupaya mewujudkan memayu hayuning bawana (Bahasa Indonesia: memperindah keindahan dunia-red) dalam upaya mewujudkan masyarakat nyaman, adil, makmur, dan sejahtera lahir batin,” ungkap Dahlan yang merupakan peserta pengesahan pertama PSHT Jember di tahun 1988 itu.

Achmad Dahlan dan kawan karibnya Abdul Rosyid, adalah duet pesilat PSHT yang cukup disegani di kawasan Sub Rayon Serut Ranting Panti Cabang Jember Pusat Madiun. Hampir seratus siswa yang mereka latih setiap minggunya. Kisaran umur belasan sampai yang paling tua berusia 60 tahun. Tentu bukan hal yang mudah membina dan mengayomi siswa-siswa ini. “Intinya memanusiakan manusia, dan kami tetap setia pada Pusat Madiun,” tutur Dahlan kepada wartawan disela-sela latihan rutin di Padepokan PSHT Dusun Krajan Desa Serut.

Padepokan PSHT Krajan Serut memang bukan tempat latihan silat biasa. Dikala jadwal kosong, tempat ini adalah pusat informasi dan jadi ladang diskusi puluhan aktivis senior Jember dengan beragam latar belakang profesi. Tak jarang Dahlan dan anak buahnya harus terjun langsung dalam kerja-kerja pendampingan sosial dan hukum. Kabar yang tersiar di Kejari dan Pengadilan Negeri Jember bahwa Achmad Dahlan kini dipercaya sebagai pemimpin Lembaga Bantuan Hukum Barisan Independen Nusantara (LBH BIN) yang berisi pengacara handal Ibukota dan aktivis pers mahasiswa. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button