HeadlineHukum dan Peristiwa

Celana Dalam Jadi Barang Bukti Kakek di Jember Rudapaksa Cucunya Sendiri

JEMBER, TI – Celana Dalam milik S (16) cewek ABG asal Mayang Jember, ikut menjadi barang bukti kasus tindak pidana asusila yang dialaminya, S menjadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh N (65) yang tidak lain adalah kakeknya sendiri.

N dilaporkan tetangganya karena tertangkap basah menyetubuhi S dirumahnya sendiri, ironisnya kelakuan kakek kelahiran 5 Mei 1960 ini tidak hanya sekali dilakukan terhadap cucunya, tapi sudah 10 kali sejak pertama kali dilakukan pada Juli lalu.

Kapolsek Mayang, AKP. Bejul Nasution, saat dikonfirmasi pada Jumat (16/9/2022) membenarkan adanya kasus ini, bahkan saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Mayang beserta barang bukti diantaranya baju warna hitam, satu celana panjang warna hitam, satu celana dalam warna kuning, serta sebuah seprai warna biru dengan motif bunga.

“Benar mas, tersangka sudah kami amankan, antara tersangka dan korban ini terikat hubungan keluarga. Kakek dan cucu. Mereka juga tinggal satu rumah bersama sang nenek korban yang juga istri pelaku,” ujar Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, bahwa terungkapnya pelaku melakukan persetubuhan terhadap cucunya, saat tetangga pelaku pada Selasa (13/9/2022) pagi hendak masuk ke rumah pelaku, namun pintu rumah pelaku dalam kondisi tertutup rapat, sehingga tetangga tersebut berinisiatif untuk masuk melalui pintu belakang.

Namun saat masuk, tetangga pelaku kaget melihat pelaku sedang menindih S diatas kasur Kumal, melihat hal ini tetangga pelaku mendobrak rumah pelaku, dan melihat pelaku membetulkan sarungnya serta melihat korban telentang dibawahnya.

“Ketika tetangga mendobrak pintu, pelaku sempat membetulkan sarungnya sebelum kabur, kemudian korban oleh pelaku ditanya apa yang sudah dilakukan pelaku terhadap korban, ternyata korban dipaksa oleh pelaku untuk melayani syahwatnya,” ujar Kapolsek berdasarkan keterangan saksi saksi.

Tidak hanya itu, korban juga mengaku jika perbuatan pelaku ini sudah ke 10 kalinya dilakukan, korban sendiri tidak berani cerita, karena diancam pelaku akan dibunuh jika menceritakan apa yang dialaminya ini ke orang lain, termasuk ke neneknyaa. “Korban tidak berani cerit, karena pelaku mengancamnya,” jelas Kapolsek.

Atas kejadian ini, tetangga korban dan pelaku kemudian melaporkan kasus ini ke Mapolsek Mayang, serta membawa korban ke RSD. dr. Soebandi untuk dimintakan visum.

Begitu juga dengan pihaknya, begitu mendapatkan laporan disertai dengan saksi dan bukti yang kuat, langsung melakukan pencarian terhadap pelaku dan berhasil mengamankannya.

Untung mempertanggung jawabkan perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 82 ayat (1) juncto Pasal 76E dan atau Pasal 81 ayat (2) juncto Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun atau denda 5 M,” pungkas Kapolsek. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button