BirokrasiHeadline

Bupati Mejeng Sendiri, Ada Apa Dengan Dwi Tunggal Jember?

JEMBER, TI – Fenomena banyaknya poster bupati jember haji Hendy siswanto yang mengerubungi beberapa titik strategis di kota jember hari ini ditanggapi oleh beberapa aktivis Kelompok masyarakat sipil jember, Semakin runyam karena poster-poster yang dipampang di sepanjang jalanan utama kota itu hanya mencantumkan Hendy Siswanto saja tanpa adanya Foto Wakil Bupati Gus Balya Firjoun Barlaman, salah satu LSM yang turut mengomentari hal ini ialah Aliansi Jember Bergerak (AJB).

“Ya nampak seperti ingin eksis sendirian, entah ini memang hasrat Narsisme personal atau memang kesalahan oknum Humas pemkab yang dalam banyak kegiatan hanya mencetak dan memajang foto bupati saja tanpa adanya wabup, contoh seperti Banner persid mencari pemain di sekitar jembatan jompo, banner semangat melawan covid di dekat alun-alun dan pemkab, serta ucapan kemerdekaan di perempatan lampu merah pasar tanjung, dll… juga pada poster pengesahan posko covid, serta seminar-seminar pemerintahan juga, hanya semuanya hanya nongol foto bupati sendirian saja tanpa bapak wabup,” tegas Pathor Rahman Ketua AJB kepada awak media (6/8).

“Kepemimpinan daerah itu harusnya dwitunggal tidak menafikan peran masing-masing, jangan ingin tampak eksis sendiri, bahkan sedang viral juga ada banner di bawah foto gus firjoun tertulis keterangan nama hendy siswanto ini kesalahan teknis tapi momentumnya sama sekali tidak tepat dimana di awal pemerintahan harus ada harmoni, jadi kami meminta ini menjadi koreksi humas pemkab karena pasti poster poster itu juga menggunakan anggaran negara gunakanlah secara bijak, jangan sampai nampak tidak elok secara etik,” tambahnya

Sarjana Pendidikan Islam dari UIN Jember ini pun mengingatkan Hendy Siswanto tentang perannya sebagai pemimpin publik bukan model iklan yang harus eksis dengan menebar ranjau poster.

“Ya jangan over narsis lah, wong bapak hendy ini dipilih secara demokratis oleh rakyat sebagai bupati bukan sebagai model iklan, saya rasa sedari awal memang sudah aneh gelagatnya dengan membeli mobil maung pindad sebagai kendaraan dinas itu menandakan figur ini bukan figur sederhana yang fokus bekerja, ini beberapa koreksi saja sejak awal dilantik lebih banyak kontroversinya daripada prestasi, beberapa minggu lalu juga viral video ancaman kepada aktivis kontra tambang, payah betul,” tutupnya. (Rich)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button