HeadlineHukum dan Peristiwa

Berusaha Mediasi Sepeda Warga Yang Dijabel, Warga PSHT Jadi Korban Penganiayaan Debtcolector

JEMBER, TI –Warihen (27) warga Desa Sumberkejayan Mayang yang juga warga dari Perguruan silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratae) dan Musaini (37) warga Desa Sidomulyo Kecamatan Silo, Sabtu (9/1/2021) siang menjadi korban aksi premanisme yang dilakukan oleh segerombolan debtcolector.

Akibat dari aksi penganiayaan ini, Warihen mengalami beberapa luka di tubuhnya, bahkan dari mulutnya keluar darah, begitu juga dengan Musaini temannya, keduanyapun melaporkan peristiwa yang dialaminya ini ke Mapolres Jember.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, peristiwa ini sendiri terjadi saat salah satu teman korban menghubungi keduanya, jika sepeda motornya diambil paksa oleh beberapa debtcolector saat keluar dari kantor BPJS Kesehatan yang ada di Jalan Riau Sumbersari Jember.

Sehingga kedua korban mendatangi kantor salah satu LSM yang biasa membawahi debtcolector di jalan Mastrip Sumbersari, kedatangan kedua korban untuk mediasi dan melakukan penebusan terhadap sepeda motor milik temannya yang disita.

Namun kedatangan kedua korban disambut tidak ramah oleh para debtcolector, sehingga saat didalam kantor terjadi cekcok mulut. Karena khawatir terprovokasi, keduanya keluar dari kantor LSM dan menunggu di depan salah satu minimarket yang tidak jauh dari kantor LSM.

“Tadi kami bermaksud untuk melakukan mediasi di poskonya Debtcolector, karena sepeda saudara saya diambil paksa saat mengurus BPJS Kesehatan, namun kami justru di kata Katai yang tidak sopan, kemudian kami keluar untuk menenangkan diri, namun saat duduk-duduk itulah, tiba tiba kelompok Debtcolector mendatangi kami dan melakukan pengeroyokan,” ujar Warihen.

Akibat dari kejadian ini, Warihen bersama dengan Musaini dan didampingi keluarganya melaporkan kasus yang dialaminya ke Mapolres Jember, dengan harapan pihak kepolisian melakukan tindakan dan mengusut aksi ini.

Sementara Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi Arya Wiguna, saat dikonfirmasi media ini mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan akan memanggil pihak-pihak terkait guna proses lebih lanjut.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mas, nanti akan kami panggil semua pihak yang terlibat, jadi mohon ditunggu dulu ya,” pungkas Kasatreskrim. (*)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button