Desa

Bagaimana Mbak Prita Merangsang Imajinasi dan Pikiran Pemuda Desa Melalui Teknik Kaidah Jurnalistik?

JEMBER – Kampung durian rupanya menjadi tempat yang mampu mengispirasi anak-anak muda, terbukti dengan berkumpulnya mereka untuk melanjutkan kegiatan J-Permataku (Jember Perkumpulan Remaja Pencinta Buku) Desa Pakis Kecamatan Panti Kabupaten Jember tanggal 13 Nopember 2022 yaitu belajar menulis bersama.
Seperti halnya acara pelatihan untuk menulis bagi pemula mereka diminta membawa peralatan tulis menulis, dan mereka sangat antusias sekali dalam mengembangkan kapasitas literasinya.

Hari minggu ini kegiatan J-Permataku adalah Workshop jurnalisme atau pelatihan Jurnalistik sebagai bekal tekhnik penulisan. Workshop bertema : ‘’Berkreasi dengan Literasi & Membangun Cikal Bakal Perpustakaan Desa”.

Anak-anak muda ini dilatih kaidah-kaidah jurnalistik, mereka difasilitatasi oleh Prita HW, dan pemberian materipun terkesan santai karena sambil rekreasi. Mereka merasakan hal baru belajar seperti ini, belajar sambil bermain merangsang imajinasi dan pikiran mereka untuk menuliskan dalam sebuah kertas.

Kegiatan belajar Jurnalisme dasar, diawali dengan menemukan ide berlanjut dengan apa yang mau ditulis, fasilitator mengajak para remaja ini berbincang dan curah pendapat, kemudian mulai memberikan materi kaidah-kaidah jurnalistik dilanjutkan dengan teknik 5W +1H.

Pada awalnya mereka banyak yang mengawali kesulitan, dengan menentukan ide sepertinya kampung mereka biasa-biasa saja tidak ada yang perlu diresahkan, justru yang muncul adalah potensi-potensi alamnya, misalnya wisata alam, kopi dan produksi durian. Bahkan banyak mereka juga sebagai pelaku pengelolaan kopi karena membantu orang tua mereka. Semakin lancar imajinasi dan pengalaman yang pernah mereka lakukan membuat penulisan menjadi lancar, bahwa ternyata mereka adalah warga desa pakis yang punya keinginan maju dan berkembang lebih dari yang kemarin.

Makanya kegiatan ini ingin mereka wujudkan dalam bentuk nyata. Dan selanjutnya adalah merangkai semua tulisan tersebut untuk dijadikan sebuah buku, yang isinya bunga rampai atas tulisan yang sudah mereka buat.
Lalu bagaimana anak-anak muda J-Permataku desa Pakis ini membuat buku dari hasil tulisannya, tentus aja kerja mereka akan tetap didampingi oleh fasilitator dan dari Disperpusip mungkin karena untuk pertamakalinya.

Bisa jadi untuk selanjutnya mereka akan berupaya secara mandiri. Ide judul bukunya dari penyusunan tulisan yang tersusun menjadi bentuk buku, sedangkan tema buku ‘’Aku dan Desaku’’.

Memang nantinya akan ada pembagian tugas dari mereka, misalnya menguatkan literasi mengenai kampung durian, keadaan desa pakis mungkin sejarahnya. Sebagian lagi menyusun naskah buku sesuai dengan tema dan judul bukunya, lalu dilanjutkan dengan kerja editing naskah dan lay out buku.

Sebuah buku tentu saja tidak akan kelihatan cantik jika cover buku tidak menarik atau tidak sesuai dengan isinya, makanya perlu juga pekerjaan membuat cover. Baru masuk pada proses cetak dan penerbitan buku.

Nah ketika sebuah buku ini hadir sebagai wujud kerja-kerja literasi sebaiknya juga perlu untuk di sebarkan informasi dan pengetahuan yang ada didalamnya, hal ini merupakan kerja yang paling akhir yaitu penyelenggaraan launching buku tersebut. Mungkin inilah yang menjadi kebanggaan anak-anak muda yang tergabung dalam J-Permataku Desa Pakis , bahwa ternyata anak desa juga mampu membuat buku dan mampu berbagi informasi dengan masyarakat yang lebih luas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button