Desa

Anton Cannibal Pantang Menyerah Angkat Seni Jaranan Cahyo Budoyo Sampai Pelosok Desa

JEMBER – Di sebuah petang yang cerah di Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, suasana begitu hidup dan penuh semangat. Di tengah-tengah lapangan dusun, Group Cahyo Budoyo, sebuah kelompok seni jaranan yang terkenal, bersiap-siap untuk manggung di hadapan warga setempat. Antusiasme warga sangat terasa, karena atraksi seni tradisional ini telah lama dinantikan oleh berbagai kalangan.

Panggung sederhana telah didirikan, dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Jawa Timur yang memancarkan aura keaslian dan keindahan tradisi. Para anggota Group Cahyo Budoyo memakai kostum-kostum berwarna cerah dan berhiasan warna-warni yang menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam cerita jaranan.

Mereka dipimpin oleh seorang maestro seni jaranan, Mas Anton Cannibal, yang telah memberikan binaan dan bimbingan dengan tangan dinginnya kepada setiap anggota kelompok. Mas Anton Cannibal adalah sosok yang karismatik, memiliki cengkok suara yang khas, serta penguasaan gerak tari jaranan yang tak tertandingi. Beliau adalah salah satu alasan mengapa seni jaranan semakin meluas di Kabupaten Jember, bahkan sampai ke pelosok kampung.

Ketika hentakan musik gamelan mulai terdengar, Group Cahyo Budoyo pun mulai beraksi. Langkah kaki mereka yang lincah, kombinasi gerakan tangan dan tubuh yang indah, dan dialog cerita yang penuh makna memukau para penonton. Mereka mempersembahkan cerita yang klasik, mengisahkan tentang perjuangan kebenaran, cinta, dan pengorbanan, yang diolah dengan sentuhan khas kelompok ini.

Tidak hanya para orang dewasa yang terpikat, tetapi anak-anak pun menyaksikan dengan penuh kekaguman. Seni jaranan ternyata dapat menghubungkan generasi dan memberikan nilai edukasi tentang budaya dan tradisi leluhur. Melalui penampilan mereka, Group Cahyo Budoyo juga berusaha melestarikan kekayaan budaya lokal yang menjadi ciri khas Kabupaten Jember.

Setelah pertunjukan usai, sorak-sorai penonton bergema, dan mereka memberikan tepuk tangan meriah sebagai apresiasi atas atraksi yang telah disuguhkan. Group Cahyo Budoyo merasa bangga bisa menyajikan seni tradisional ini dan merasakan kebahagiaan melihat betapa seni jaranan sangat digemari dan dihargai oleh masyarakat Desa Darsono.

Sementara itu, Mas Anton Cannibal menyatakan rasa syukurnya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat. Baginya, seni jaranan bukan hanya hiburan semata, tetapi juga merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan. Ia berharap, semakin banyak generasi muda yang terinspirasi dan tertarik untuk belajar seni jaranan sehingga kekayaan budaya tradisional ini akan terus hidup dan berkembang di Kabupaten Jember, bahkan hingga pelosok kampung.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button