Daerah

Antisipasi Bencana, BPBD Sampang Bersama Pemdes Tanggumong Gelar Pelatihan Kebencanaan

SAMPANG – Dalam upaya mempersiapkan dan mengantisipasi risiko dari danpak bencana, Badan Penanggunangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang bersama Pemerintah Desa Tanggumong menggelar kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Program kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesiapsiagaan warga Desa Tanggumong tersebut sengaja dilakukan, karena fenomena bencana yang kerap kali terjadi selalu menjadi masalah pelik, khususnya bagi warga terdampak bencana yang ada di Desa Tanggumong.

Destana merupakan salah satu program inovatif dari BPBD Kabupaten Sampang yang matching dengan program inovasi Desa Tanggumong dalam rangka peningkatan penguatan kelembagaan desa terkait sekelumit permasalahan dan manajemen bencana.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Tanggumong tersebut dihadiri oleh Perwakilan BPBD Kabupaten Sampang bersama fasilitator dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kota, Kapolsek Kota, perwakilan Koramil Kota, Ketua BPD Tanggumong, serta kurang lebih 25 orang perwakilan di 5 dusun yang ada sebagai peserta pelatihan, bertempat di Aula Balai Desa Tanggumong, jalan Kusuma Bangsa, Sampang Madura, Jawa Timur, Rabu (14/6/2023).

Secara rinci, kegiatan pelatihan yang direncanakan berlangsung sepekan mulai Rabu sampai Selasa, 14 – 20 Juni 2023 ini kepesertaannya bersinergi antara unsur pemerintahan desa, yakni perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta warga dari berbagai kalangan, baik itu tokoh masyarakat, petani, pemuda, perempuan, LSM, media dan lainnya.

Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Tanggumong Ludfi Ferry Wijaya, SPi menginginkan formula tindak lanjut seperti apa nantinya kedepan yang harus dipersiapkan dari Pemdes melihat SDM peserta pasca pelatihan, sehingga upaya penanggulangan bencana di Desa Tanggumong kedepan lebih terarah dan tersistematis.

“Jika SDM warga yang sudah dilatih selama seminggu ini sudah siap, kami juga perlu kerja sama, apa yang bisa kami tindak lanjuti nantinya?!”, ungkapnya menanyakan.

Masih menurut Ludfi, Ia juga menginginkan adanya penguatan kelembagaan desa secara formal yang fokus mengurusi masalah kebencanaan.

“Kalo bisa warga yang telah dilatih ini bisa diorganisir dengan baik, mungkin bisa dibentuk lembaga tersendiri di desa yang bertugas sebagai tim penanggulangan bencana desa yang nantinya secara bersama-sama dengan seluruh warga yang lain”, katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sampang melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Putut PC mengatakan bahwa pelatihan yang digelar selama sepekan pada warga Tanggumong tersebut sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM-nya dalam menghadapi bencana secara tanggap dan mandiri.

“Selama seminggu melalui fasilitator yang kami siapkan, warga Tanggumong akan dilatih, apa yang akan dilakukan dan apa yang akan diperbuat dalam upaya menghadapi bencana, khususnya bencana yang selama ini terjadi di Desa Tanggumong,” papar Putut.

Pihaknya juga berharap agar peserta pelatihan memahami dan mempunyai pengalaman serta mampu merefleksikan nantinya.

“Butuh komitmen yang kuat dari para peserta agar perencanaan penanggulangan bencana untuk Desa Tanggumong mulai dari pra, saat dan pasca bencana akan dibahas serta ditindaklanjuti nantinya secara integral dan sistematis”, imbuhnya. (Yan’S)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button