HeadlineOpini

Akankah Mashuri Menjadi “Kuda Hitam” Pilkades Klompangan?

Desa Klompangan termasuk salah satu desa di kabupaten Jember yang akan melaksanakan Pilkades serentak pada 2021 ini. Situasi politik diwilayah ini mulai menggeliat meskipun belum menghangat. Kini Klompangan dipimpin Pj kades karena masa jabatan Sofyan sebagai Kades klompangan telah habis masa jabatannya.

Sofyan yang sudah dua kali menjabat Kades rupanya masih tetap ingin menghabiskan masa tiga periode jabatan sebagai Kepala Desa. Dan keinginan itu dapat sambutan pemuda-pemudi desa klompangan. Dalam acara silaturahmi penyampaian visi misi dengan masyarakat terutama pemuda menyatakan dukungannya pada Sofyan untuk menang dalam pilkades 2021 yang akan datang.

“Rupanya pilkades kali ini sofyan mendapat penantang, insyaalah ada dua penantang, satunya Sunaryo dan Mashuri,” ungkap Mas Faruq. Menurutnya sukses hingga dua periode Kades Sofyan, masih ada yang menganggap kerja-kerjanya kurang dirasakan oleh sebagian masyarakat lainnya. Hal itulah yang menyebabkan munculnya para penantang.

Figur Sunaryo ini termasuk baru dalam politik di desa Klompangan, tetapi sosok pengusaha ini sepertinya sangat optimis untuk maju dan ingin mengabdikan dirinya untuk kesejahteraan masyarakat desa Klompangan Ajung ini. Sunaryo ini masih kerabat pondok pesantren Curahkates, sehingga langsung mendapat sambutan dari santri dan alumni pondok serta kerabat keluarga besarnya.

Bahkan tokoh banser Ajung rupanya memberikan dukungannya, mungkin karena kurang berkenan dengan apa yang dikerjakan oleh kades Sofyan selama ini. Apakah dengan perseteruan politik antara dua kubu sunaryo dan sofyan yang akan diuntungkan adalah kuda hitam Mashuri coba jaker desa akan terus memantaunya.

*Opini ini ditulis oleh Jaker Desa (Jaringan Kerja Masyarakat Pedesaan) binaan Advokat Peradi Jember, Ali Safit Tarmizi,SH,MH dari AST LAW FIRM

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button